Kamis, 7 Mei 2026

Pasar Mardika Ambon

200 Unit Lapak Kosong di Pasar Mardika Ambon Siap Dibongkar

Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Ambon, Fahmi Salatalohy mengungkapkan, 200 unit lapak kosong di Pasar Mardika itu sudah diberi ta

Tayang:
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Mesya
PASAR MARDIKA: Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Ambon, Fahmi Salatalohy saat diwawancarai terkait pembongkaran lapak kosong di Pasar Mardika Ambon, Senin (10/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sebanyak 200 lebih unit lapak kosong diatas trotoar Pasar Mardika Ambon siap dibongkar.

Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Ambon, Fahmi Salatalohy mengungkapkan, 200 unit lapak kosong di Pasar Mardika itu sudah diberi tanda silang sebagai penanda nantinya dibongkar dikemudian hari.

Hal itu lantaran ratusan lapak itu sudah disewa namun tidak dimanfaatkan oleh pedagang untuk berjualan.

"Tapi nanti kita koordinasi lagi dengan pihak pengembang agar tidak ada masalah dilapangan saat pembongkaran nanti," kata Fahmi Salatalohy, Senin (10/10/2022).

Menurutnya, lapak dibangun agar pedagang tidak lagi berjualan dengan memanfaatkan badan jalan.

Sebab itu bakal membuat kondisi pasar menjadi macet.

Namun fakta yang terjadi, meskipun pedagang sudah membayar lapak, tapi aktivitas jual beli masih saja pedagang lakukan di badan jalan.

"Makanya kita cross itu lapak untuk mengidentifikasi nomor dan nama pedagang siapa saja yang sudah membeli lapak tapi belum menempatinya," jelasnya.

Nanti, lanjut Mantan Kadis Pendidikan Kota Ambon itu, setelah diberi tanda, baru lah Pemkot Ambon membicarakannya bersama dengan pihak pengembang.

"Semoga pengembang bisa setuju supaya kita langsung membongkar tanpa ada hambatan," harapnya.

Lanjut Fahmi, fokus Pemkot Ambon yaitu di Pasar Apung di Mardika.

Baca juga: Lapak Kosong di Pasar Mardika Bakal Dibongkar, Bodewin Wattimena; Tak Ada Ganti Rugi

Karena kondisi pasar ini cukup gelap dan jarak los satu ke los lainnya sangat berdekatan.

"Kita khawatirkan juga ada kerawanan sosial disitu. Makanya kita lebih fokus ke pasar Apung," ujar Fahmi.

Tak hanya itu, Fahmi menyatakan bahwa di Pasar Apung juga ada sebagian los yang dijadikan sebagai gudang hingga tempat tinggal suami istri.

"Prinsipnya kita akan melakukan pembongkaran jika tidak dimanfaatkan sesuai fungsinya," sebut Fahmi.

"Yang terisi sudah 60 persen dan 40 persen lainnya yang belum. Kita sudah mintakan pihak pengembang mengambil langkah-langkah untuk segera mengisi yang tersisa. Sebab kita juga akan membongkar lapak mubazir," tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved