Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Ada Banyak Laporan Berbeda, Komnas HAM Khawatir Nasib Bharada E Bisa Lebih Buruk dari Ferdy Sambo

Ketua Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Ahmad Taufan Damanik mengaku khawatir dengan nasib Bharada E.Nasib Bharada E ada kemungkinan bakal lebih buruk

Penulis: Sinatrya Tyas | Editor: Fitriana Andriyani
Kolase TribunAmbon
Di hadapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Bharada E ungkap tak mau dipertemukan dengan Ferdy Sambo.Diketahui Bharada E dan Ferdy Sambo diketahui menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Usut punya usut rupanya Bharada E juga tertipu dengan janji manis Ferdy Sambo, suami Putri Candrawati. 

Dia kini berada di bawah kendali penyidik dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Bharada E pun sudah mengakui jika dirinya menembak Brigadir J. Hanya, penembakan dilakukan atas perintah bosnya, Ferdy Sambo.

"Tapi Kuat, Susi, Ricky, Yogi, Romer, segala macam, kan masih di bawah kendali Sambo semua. Itu bahaya," kata Taufan.

Alasan tidak ditahannya Putri Candrawathi yakni terkait kemanusiaan

Hal tersebut menuai pro dan kontra dari berbagai pihak.

Tidak hanya itu saja, bahkan Putri Candrawathi juga kini dibanding-bandingkan dengan tersangka kasus lain yang masih memiliki anak kecil namun tetap ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Atas hal tersebut, Komnas Perempuan kemudian justru menyebut jika penangguhan penahanan terhadap Putri Candrawathi bukanlah sebuah keistimewaan.

Menurut Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi bahwa semua perempuan di Indonesia yang berhadap dengan hukum berhak mendapatkan hal yang sama.

Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, hadir dalam rekonstruksi pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Selasa (30/8/2022).
Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, hadir dalam rekonstruksi pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Selasa (30/8/2022). (Tangkapan layar)

Lebih lanjut, Siti menjelaskan perempuan yang sedang menjalani fungsi maternitas seperti mengasuh anak tidak ditahan sebelum persidangan.

“Berdasarkan instrumen hak asasi perempuan, yaitu perempuan yang sedang menjalani fungsi maternitasnya seperti hamil menyusui dan mengasuh anak itu tidak ditahan dan selama sebelum persidangan." Kata Siti melansir dari kanal YouTube KompasTV, Sabtu (3/9/2022).

Menurut Siti jika penangguhan penahanan tersebut juga berlaku bagi semua perempuan yang memiliki kondisi yang sama.

"Itu berlaku tidak hanya untuk ibu P, tapi berlaku untuk semua tahanan atau tersangka, terdakwa perempuan,"

Namun, Siti juga menyebut jiki=a hal tersebut dapat berlaku berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Menurut Siti, hal tersbeut lantaran hingga saat ini belum adanya pemantauan mengenai hak atau wewenangan dari penyidik .

Istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi mendatangi Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Senin (7/8/2022).
Istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi mendatangi Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Senin (7/8/2022). (Kolase Tangkap Layar Kompas TV/Istimewa)
Halaman
123
Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved