Breaking News:

Info Daerah

PUPR Pastikan Atasi Banjir di Haruru Maluku Tengah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, pihaknya langsung turun lapangan untuk menentukan jalur pembangunan drainase di Haruru

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Lukman Mukaddar
Negeri Haruru, Kecamatan Amahai Maluku Tengah kerap dilanda banjir saat hujan. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Maluku Tengah memastikan akan mengatasi persoalan banjir di RT 21 Kompleks Amahai II Negeri Haruru, Kecamatan Amahai Maluku Tengah.

"Kita sudah cek kemarin sama sama dengan BPBD di lokasi, dan akan segera kita atasi," kata Kepala Bidang Cipta Karya, George Tumalang di Ruang Kerjanya, Kamis (1/9/2022).

Dijelaskan, sejak menerima informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, pihaknya langsung turun lapangan untuk menentukan jalur pembangunan drainase.

"Kita sudah turun sama sama kemarin dengan BPBD. Dan setelah di sana, kita melakukan pengecekan lokasi dan kelayakan pembangunan," jelasnya.

Lanjutnya, beberapa titik di kawasan tersebut tidak memenuhi kriteria untuk dibangun saluran air.

Pasalnya, dari jalur pembuangan pemukiman warga menuju badan sungai tidak bisa atau Elevasi.

Baca juga: DPRD Malteng Pastikan Bakal Kawal Keluhan Warga Negeri Haruru Soal Banjir di Amahai II

Baca juga: Harga Telur di Masohi Masih Dijual Rp. 65 Ribu Per Rak, Kemungkinan akan Naik Lagi

"Ternyata kalau katong lari ke kali itu misalnya yang sempat kemarin kita lihat itu ada jalur dari atas ke arah RT 21 turun kira kira sekitar 200 sampe 300 meter ke kali itu ternyata elevasinya tidak bisa, dari pemukiman warga ke arah kali terlalu tinggi" jelas George.

Jadi kata dia, solusinya adalah harus menggunakan lahan warga yang menurut kajian lokasi, beberapa titik di sana cocok.

Tetapi harus ada persetujuan warga baik di RT 21 maupun RT 19.

"Kita sudah koordinasikan dengan pak RT 21. Dan katanya, semua RT di kawasan itu sudah setuju jika lahan warga yang digunakan untuk pembangunan drainase semuanya sudah mengizinkan. Jadi sudah tidak ada masalah, tinggal nanti kita gusur," terang George.

Meski begitu, pihaknya baru bisa mengambil langkah penggusuran.

Belum pada tahap pengerjaan permanen.

"Belum permanen. Jadi kita akan gali saja dulu biar setidaknya bisa menghindari genangan air terjadi lagi. Untuk permanennya kita tunggu anggaran tahun depan,"tuturnya.

Diketahui, tiga tahun terakhir kawasan Ahamai II itu langganan banjir. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved