Rabu, 8 April 2026

Maluku Terkini

Gerindra Nilai Dinkes Maluku dan RSUD Haulussy Ambon Gagal, KENAPA?

Menurut Munaswir, Dinkes Maluku dan Manajemen RSUD dr. Haulussy Ambon lalai menjalankan kewajiban membayarkan insentif.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Tanita
MALUKU: Ketua Fraksi Gerindra DPRD Maluku, Andi Munaswir saat Rapat Paripurna DPRD Provinsi Maluku dalam rangka Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi-fraksi terhadap Ranperda tentang pertanggungjawabab pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah provinsi Maluku tahun anggaran 2021, Senin (29/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi menilai Dinas Kesehatan Maluku dan RSUD dr. Haulussy Ambon gagal.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Maluku, Andi Munaswir saat Rapat Paripurna DPRD Provinsi Maluku dalam rangka Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi-fraksi terhadap Ranperda tentang pertanggungjawabab pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah provinsi Maluku tahun anggaran 2021, Senin (29/8/2022).

Menurut Munaswir, Dinkes Maluku dan Manajemen RSUD dr. Haulussy Ambon lalai menjalankan kewajiban membayarkan insentif.

Pasalnya, hingga tahun 2022, insentif Covid-19 tahun 2020 sebanyak Rp 36 miliar belum juga diberikan.

"Dinas kesehatan Provinsi Maluku dan Manajemen RSUD Haulussy telah gagal mencairkan insentif COVID-19 tahun 2020 sampai dengan akhir tahun 2021 senilai Rp. 36 Miliar," kata Munaswir di kantor DPRD Provinsi Maluku.

Munaswir menyayangkan hal itu lantaran selama awal pandemi di Maluku, tenaga kesehatan berada di garda depan melawan Covid-19.

Baca juga: Gaji Dipangkas Hingga BPJS Dicabut Sepihak, DPRD Maluku Bakal Panggil Direktur RSUD Haulussy

"Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dan manajemen RSUD sudah lalai dalam melaksanakan kewajibannya dan sangat mengecewakan tenaga kesehatan RSUD Haulussy sebagai ujung tombak dalam memerangi pandemi Covid-19 di Maluku karena RSUD Haulussy adalah RS Rujukan COVID-19 di Maluku," jelasnya.

Tak hanya dana insentif covid-19, Rumah Sakit Pemerintah itu juga tak membayar jasa tenaga kebersihan.

"Tidak sampai di situ, hingga saat ini Manajemen RSUD Haulussy belum membayar jasa cleaning service /tenaga kebersihan, padahal mereka ini adalah masyarakat kecil yang bekerja pada RSUD Haulussy sejak tahun 2020," tambahnya.

Mewakiki Fraksi Partai Gerindra, Munaswir berharap Pemda memperhatikan dan dengan serius menindaklanjuti hal itu.

"Jangan ada lagi permasalahan yang berulang dari tahun ke tahun, jangan lagi kita terantuk pada batu yang sama untuk kedua bahkan ketiga kalinya karena Keledai saja tidak akan terantuk pada batu yang sama lebih dari dua kali," tandasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved