Breaking News:

Info Daerah

Terlibat Judi Online, Dua Emak-Emak di Maluku Tengah Ditangkap Polisi

Kedua perempuan pelaku judi online itu ditangkap di dua lokasi berbeda. RKM ditangkap di Kelurahan Letwaru, Minggu (14/8/2022).

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Lukman Mukaddar
Dua tersangka wanita pelaku bandar judi online digelandang dalam Ruang Rapat Utama Polres Maluku Tengah, Jumat (26/8/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Terlibat judi online dua orang ibu rumah tangga di Maluku Tengah diciduk polisi.

Yakni RC (41) dan RKM (50).

Kedua perempuan pelaku judi online itu ditangkap di dua lokasi berbeda.

RKM ditangkap di Kelurahan Letwaru, Minggu (14/8/2022).

RC diamankan di Teluk Elpaputih, Rabu (24/8/2022).

Kapolres Maluku Tengah AKBP Dax Emanuel Manuputty menjelaskan, RKM maupun RC bertindak sebagai pengepul atau menghimpun pemasangan judi toto gelap atau togel online dari pelanggan.

Baca juga: Aparat Polres Maluku Tengah Ringkus 4 Pelaku Judi Online

Baca juga: Kelangkaan Minyak Tanah di Namlea, Wakil Rakyat Salahkan Disperindag Buru

Tak Hanya RKM dan RC, dua pria lain berinisial MHS (50)  dan ZD (52) juga ditangkap Satreskrim Polres Maluku Tengah.

MHS ditangkap di Kelurahan Namaelo pada Kamis (24/8/2022). Sehari setelahnya, ZD juga ditangkap di Kelurahan Namaelo Masohi.

MHS dan ZD juga dalam kasus ini bertindak sebagai pengepul pemasangan togel dari masyarakat.

"Motiv mereka untuk mendapatkan keuntungan. Padahal caranya salah dan dilarang negara," ujar Kapolres Maluku Tengah AKBP Dax Emanuel Manuputty saat jumpa pers di Rupatama Polres setempat, Jumat (26/8/2022).

Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai dan HP serta barang bukti lainnya.

Judi online yang diakses para pelaku berbeda, yakni; Tyogelonline dan Kimdongtoto.

Kini mereka telah berstatus tersangka.

"Atas perbuatan tersebut, para pelaku akan dikenai pasal 303 Ayat (1) KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp 25 juta,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved