Jumat, 24 April 2026

19 Agustus Hari Ulang Tahun Provinsi Maluku, Simak Sejarahnya

Setiap tanggal 19 Agustus, diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Provinsi Maluku Provinsi Maluku tahun ini, akan berusia ke 77 Tahun.

TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Pantai Pasir Putih Kulur, Saparua, Maluku tengah. 

Pada undang-undang tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku ditetapkan berkedudukan di Ambon.

Baca juga: HUT Provinsi Maluku ke 77 Mengusung Tema Baku Gandeng Maluku Bisa, Ini Maknanya

Asal-usul Penamaan Maluku

Mengutip Kepulauan Rempah-Rempah karya M. Adnan Amal, nama Maluku telah dicatat dalam Nagarakertagama (1365) sebagai "Maloko".

Diduga bahwa penulis Nagarakartagama telah mengadopsi nama itu dari kebanyakan pedagang Arab yang
melakukan kegiatan perniagaan di Nusantara.

Dalam hikayat Dinasti Tang (618-906) disebutkan eksistensi suatu kawasan yang digunakan untuk menentukan arah daerah Ho-ling (Kaling) yang terletak di sebelah baratnya.

Kawasan ini bernama "Mi-li-ki," yang diperkirakan sebagai sebutan untuk Maluku.

Penulispenulis Cina dari zaman Dinasti Tang, yang menyebutnya sebagai "Mi-li-ku," tidak dapat memastikan lokasi sesungguhnya kawasan yang ditunjuk dengan nama tersebut.

Pada masa kemudian barulah diketahui bahwa yang dimaksudkan dengan "Mi-li-ku" itu adalah gugusan
pulau-pulau Ternate, Tidore, Makian, Bacan dan Moti.

Dalam rumpun bahasa daerah Maluku Utara, seperti bahasa Galela, dikenal adanya kata "luku" yang sering diberi awalan "ma."

Dalam bahasa daerah Hamahera Utara itu, kata "luku" berarti "dalam." Dengan menambahkan preposisi "ma" kepada kata "luku," ungkapan "Maluku" bermakna "dalam sekali."

Dalam bahasa Tobelo, ada juga kata "loko", tetapi dengan makna yang sama dengan kata serupa dalam bahasa Ternate yang berarti "gunung."

Kata "loko," dalam bahasa Galela, memiliki makna "batu karang" atau "batu cadas."

Apakah kata-kata dari bahasa daerah ini menunjuk kepada asal-usul nama "Maluku" merupakan suatu pertanyaan yang jawabannya tidak dapat dipastikan.

Suatu konstruk pendapat yang dibangun tentang asal-usul nama "Maluku" mengembalikan kata ini kepada ungkapan "loko" yang berarti "gunung."

Ungkapan ini, seperti ditunjukkan di atas, dikenal dalam bahasa-bahasa di daerah Maluku Utara. Ungkapan
"Ternate maloko" bermakna "Ternate makie" atau "gunung Ternate."

Dari ungkapan ini muncul kata bersayap: "Ternate se Tidore, Moti se Mara Maloko Kie Raha" ("Ternate dan
Tidore, Moti dan Makian, mempunyai empat gunung").

Kata "loko" berubah pengucapannya menjadi "luku," maka terjadilah ungkapan: "Ternate se Tidore, Moti se Mara Maluku kie raha" ("Ternate dan Tidore, Moti dan Makian, dunia dari empat gunung").

(TribunAmbon.com/Fitriana Andriyani)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved