Breaking News:

Ambon Hari Ini

Bodewin Wattimena Sebut Tak Ada Kelangkaan Minyak Tanah di Kota Ambon

Menurut Bodewin Wattimena, kondisi ini masih dalam batas wajar, belum terjadi kelangkaan minyak tanah di Kota Ambon. Namun, situasi ini kemudian dibua

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
Tanita
Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menyebut tak ada kelangkaan minyak tanah di Kota Ambon, Selasa (16/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menyebut tak ada kelangkaan minyak tanah di Kota Ambon, Selasa (16/8/2022).

Menurut Bodewin Wattimena, kondisi ini masih dalam batas wajar, belum terjadi kelangkaan minyak tanah di Kota Ambon.

Namun, situasi ini kemudian dibuat seolah-olah terjadi kelangkaan minyak tanah di Ambon yang luar biasa.

"Sebenarnya kondisi ini masih dalam batas-batas yang wajar tidak begitu mengalami kelangkaan minyak tanah. Ini hanya karena kepanikan masyarakat saja,” kata Bodewin Wattimena kepada wartawan.

Menurutnya, padahal stok minyak tanah yang disuplai PT Pertamina ke Kota Ambon sudah cukup.

Sehingga ditakutkan, ada oknum-oknum tertentu yang menimbun minyak tanah, sehingga menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Sebab kalau dilihat sebenarnya stok minyak tanah untuk Kota Ambon dari Pertamina ini kan cukup," ungkapnya.

Baca juga: Bodewin Wattimena Ingatkan Agen Tak Timbun Minyak Tanah, Ancam Cabut Izin Usaha Jika Kedapatan

Lanjut dia, untuk mengatasi kepanikan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah meminta PT Pertamina untuk penambahan kuota sebanyak 300 liter minyak tanah.

"Pemkot sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina, sehingga Pertamina telah menyuplai tambahan sebanyak 300 liter, dan itu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Ambon," ungkap Bodewin.

Setelah ini, Pemkot Ambon bersama PT Pertamina juga akan mengawal proses penyaluran minyak tanah ini dengan baik.

Ia juga berharap, agar pelaku usaha minyak tanah di Ambon tidak melakukan penimbunan.

"Jadi kita himbau kepada mereka supaya jangan lakukan penimbunan karena dampak dari penimbunan itu adalah stok di jual ke masyarakat semakin sedikit,” tandas Wattimena.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved