Breaking News:

Nasional

Tolak Permintaan Perlindungan Putri Candrawathi, LPSK: Dia Korban atau Apa?

Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, keputusan menolak tersebut lantaran Polri menghentikan penyidikan terkait laporan dugaan pelecehan oleh Br

Editor: Adjeng Hatalea
(KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menolak permintaan perlindungan istri tersangka Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. 

TRIBUNAMBON.COM - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK) menolak permintaan perlindungan istri tersangka Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Diketahui, selain Bharada E, Putri Candrawathi juga meminta perlindungan kepada LPSK.

Namun, LPSK memutuskan untuk tidak memberikan perlindungan kepada Putri.

Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, keputusan menolak tersebut lantaran Polri menghentikan penyidikan terkait laporan dugaan pelecehan oleh Brigadir J kepada Putri.

"Sekarang setelah (status kasus Putri) jelas ya tentu saja LPSK tidak bisa memberikan perlindungan karena status hukumnya jadi membingungkan ini, apakah Ibu PC itu korban atau dia berstatus lain," ucap Hasto kepada media, dilansir dari Kompas.com, Minggu (14/8/2022).

Sementara itu, tujuh pemimpin LPSK memutuskan memberikan perlindungan darurat kepada Bharada E pada Jumat (12/8/2022) malam.

"Tujuh orang pimpinan LPSK memutuskan untuk memberikan perlindungan darurat kepada Bharada E," ujar dia, dikutip dari Kompas.com (12/8/2022).

Perlindungan disebut darurat, lantaran diputuskan tanpa melalui rapat paripurna.

Adapun keputusan itu diambil usai menemui Bharada E yang ditahan di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

"(Dari pertemuan itu) kami kemudian yakin yang bersangkutan memang bersedia menjadi justice collaborator dan memenuhi syarat," ujar Hasto.

Pemberian perlindungan darurat karena tersangka yang bersedia menjadi justice collaborator atau saksi pelaku ini mendapatkan ancaman serius.

Ancaman tersebut terkait dengan kasus pembunuhan Brigadir J yang berdimensi struktural, yakni adanya relasi kekuasaan dengan tersangka lain.

LPSK menilai, Bharada E berada dalam posisi yang rendah di relasi kekuasaan tersebut.

Mahfud MD minta lindungi Bharada E Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Mahfud MD meminta agar Polri memfasilitasi LPSK untuk memberikan perlindungan kepada Bharada E.

Perlindungan dari LPSK ini dinilai sangat dibutuhkan agar Bharada E bisa selamat hingga proses pengadilan dan terbebas dari hambatan.

Baca juga: Berikan Laporan Palsu, Putri Candrawathi Terancam Pidana

"Pun melakui mimbar ini saya juga sampaikan agar Polri memfasilitasi LPSK agar memberikan perlindungan kepada Bharada E agar dia selamat dari penganiayaan, dari racun, atau apa pun," kata Mahfud, dikutip dari Kompas.com (9/8/2022).

"Sehingga pendampingan dari LPSK itu supaya diatur sedemikian rupa agar nanti Bharada E bisa sampai ke pengadilan dan memberikan kesaksian apa adanya," lanjutnya.

(Kompas.com / Diva Lufiana Putri / Inten Esti Pratiwi)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved