Breaking News:

Emas di Gunung Botak

Sejumlah Mahasiswa Serbu Polres Buru, Minta Polisi Tangkap Pelaku Usaha Tambang Ilegal

Sebab menurut mahasiswa Uniqbu ini, aktivitas penambang, hingga pelaku usaha, serta pengedar bahan kimia berbahaya masih marak terjadi di kawasan tamb

Penulis: Andi Papalia | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Andi
GUNUNG BOTAK: Sejumlah mahasiswa demo di depan Mapolres Buru, terkait aktivitas di tambang emas ilegal Gunung Botak, di Kabupaten Buru, Rabu (10/8/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Mahasiswa Universitan Iqra Buru (Uniqbu), yang tergabung dalam Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (Inspira) mendatangi Markas Komando Kepolisian Resor (Mako Polres) Buru, Rabu (10/8/2022).

Mereka meminta kepada pihak kepolisian, untuk menindak tegas para pemasok bahan kimia berbahaya, seperti sianida dan merkuri di kabupaten berjuluk 'Bupolo' itu.

Sebab menurut mahasiswa Uniqbu ini, aktivitas penambang, hingga pelaku usaha, serta pengedar bahan kimia berbahaya masih marak terjadi di kawasan tambang ilegal Gunung Botak.

"Pertambangan di Gunung Botak itu, bukan merupakan Wilayah Izin Pertambangan (WIP), atau wilayah izin usaha pertambangan (WIUP), sehingga segala bentuk aktivitas penambangan, pengelolaan, pemurnian, pengangkutan dan penjualan, merupakan aktivitas ilegal yang seharusnya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum oleh para pelaku," kata Mursal Souwakil dalam orasinya, di depan Mapolres Buru.

Dikatakan, aktivitas penambangan marak terjadi di lokasi tambang emas itu merupakan satu pelanggaran hukum.

Sehingga, Polisi perlu tangkap sejumlah pemilik tong yang masih beroperasi hingga kini.

Baca juga: Mahasiswa Demo di Kantor DPRD Buru, Tuntut Persoalan Gunung Botak segera Diatasi

"Seharusnya dalam posisi dan konteks ini, kita tegaskan, bahwa aktivitas di kawasan tambang gunung botak itu, bukan merupakan pelanggaran hukum biasa. Lalu cuman dilaksanakan penertiban oleh pihak Polres Buru," tandasnya.

Senada dengan itu, Pendemo lain, Nasrun Buton menegaskan, terkait aktivitas di gunung botak, tidak terlepas dari mafia, serta tindak kejahatan dari orang-orang yang sengaja merusak lingkungan.

"Sehingga kita meminta penegak hukum di Kabupaten Buru agar nenindak tegas para pelaku tersebut," tegas Nasrun.

Mursal menyebutkan, dalam aksi tersebut, pihak kepolisian tidak memberikan tanggapan apapun.

Sehingga, mereka menegaskan, apabila tuntunya tidak diindahkan, maka akan dilanjutkan aksinya pada Senin besok, dengan massa yang begitu banyak.

"Saat demo Polres tidak ada tanggapan atau respon apa-apa, meski di situ ada Paur Humas, mereka samua hanya nnton, jadi in sya Allah Senin besok kita lanjut menggunakan soud, serta massa yang banyak, agar tuntunnya dapat dipenuhi," tegas Mursal.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved