Breaking News:

Emas Gunung Botak

Mahasiswa Demo di Kantor DPRD Buru, Tuntut Persoalan Gunung Botak segera Diatasi

Mereka meminta DPRD Buru segera menyurati Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), untuk membahas persoalan Gunung Botak.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Andi
GUNUNG BOTAK: Masalah tambang emas ilegal gunung botak, sejumlah mahasiswa mendatangi ruang Komisi III DPRD Buru, Senin (8/8/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah mahasiswa Universitan Iqra Buru (Uniqbu), yang tergabung dalam Gerakan Revolusi (Garis), mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buru, Senin (8/8/2022).

Mereka meminta DPRD Buru segera menyurati Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), untuk membahas persoalan Gunung Botak.

Garis menyebutkan, berbagai masalah yabg terjadi di Kabupaten Buru, mulai dari aktivitas ilegal hingga maraknya penggunaan bahan kimia berbahaya.

"DPRD Buru harus menggunakan hak interpelasinya untuk memanggil Kadis Perhubungan, terkait dengan masuknya pasokan bahan kimia berbahaya, seperti cianida dan merkuri, yang leluasa beredar di Kabupaten Buru," kata salah satu pengunjukrasa, Mursal Souwakil kepada TribunAmbon.com, Senin.

Menanggapi aksi itu, anggota Komisi III DPRD Buru, M. Rustam Fadly Tukuboya mengatakan, terkait dengan tuntutan tersebut, nantinya akan disampaikan kepada Pimpinan DPRD terlebih dahulu, agar didiskusikan bersama.

Baca juga: Dilaporkan Olah Emas Ilegal Gunung Botak Pakai Merkuri, 2 Warga Sulsel Ditangkap, 1 Orang DPO

"Apa yang disampaikan ade-ade sekalian, akan kami bicarakan, tentunya perhatian terkait gunung botak semuanya sama, karena sangat berdampak tidak baik terhadap kelangsungan kehidupan manusia di Kabupaten Buru," kata Tukuboya.

Dia menerangkan, seharusnya pihak kepolisian bukan membuat penertiban, tapi harus melakukan penutupan.

"Kalau cuman penertiban tanpa ada tindakan hukum terhadap pelaku usaha tambang ilegal itu, maka tidak ada efek jerah. Sehingga kita buat ruang khusus, supaya hal ini perlu kita diskusikan bersama, antara DPRD dan Forkopimda, agar hal-hal ini menjadi perhatian kita bersama," tegas Tukuboya.

Kemudian, dalam kesempatan itu, para mahasiswa juga menyampaikan sejumlah poit tuntutan, diantaranya ;

  1. Meminta Pemda dan Polres Buru untuk menghentikan seluruh aktivitas pertambangan ilegal Gunung Botak,
  2. Meminta Polres Buru menangkap 9 orang Pelaku Penambangan Ilegal dan pemasok sekaligus pengedar dan pengguna bahan kimia B3 (mercuri dan cianida),
  3. Meminta DPRD memanggil PJ Bupati Buru terkait undangan pertemuan dengan 9 orang pelaku Pertambangan ilegal tersebut,
  4. Meminta DPRD menggunakan hak interpelasinya untuk memanggil Kadis Perhubungan terkait dengan pasokan bahan kimia B3 (mercuri dan cianida), yang bebaa masuk ke Kabupaten Buru,
  5. Meminta Kapolda Maluku untuk mencopot atau mutasi Kapolres Buru, karena dinilai lambat menyelesaikan masalah pertambangan ilegal gunung botak.
  6. Meminta DPRD untuk menggunakan hak interpelasinya untuk memanggil Kapolres Buru untuk menyelesaikan masalah pertambangan ilegal Gunung Botak dalam hal penegakan hukum,
  7. Meminta DPRD agar menggunakan hak interpelasinya untuk memanggil Kepala PT. Pelni Pelabuhan Namlea guna memintai pertanggungjawabannya menyangkut Bahan Kimia B3 yang pernah ditemukan di KM Dorolonda,
  8. Meminta DPRD untuk menggunakan hak interpelasinya guna memanggil Kadis Lingkungan Hidup untuk dimintai pertanggungjawaban menyangkut pengerusakan lingkungan di lokasi tambangan emas ilegal Gunung Botak,
  9. Meminta Pj Bupati Buru mencopot Kadis Lingkungan Hidup.(*)
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved