Rabu, 29 April 2026

Ambon Hari Ini

Waspada Penelantaran Pekerja di Luar Negeri, Patty Imbau Pencari Kerja Koordinasi Disnaker

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ambon, Steiven Patty mengimbau para pencari kerja untuk tetap berkoordinasi dengan dinas.

Tanita
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Ambon kembali memfasilitasi calon pekerja migran yang akan berangkat ke luar Negeri. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ambon, Steiven Patty mengimbau para pencari kerja untuk tetap berkoordinasi dengan dinas.

Terutama bagi pencari kerja yang hendak keluar Negeri.

Patty mengatakan selain berkoordinasi dengan Disnaker, pencari kerja juga wajib mengecek terlebih dahulu perusahaan tujuan legal dan berada dibawah pengendalian Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)

“Kuncinya, Teliti Sebelum Menyetujui. Teliti dulu apakah pekerjaan dan juga perusahaan pengerah itu benar-benar ada, legal, dan berada di bawah pengendalian BP2MI. Guna memastikan, dapat berkoordinasi dengan Disnaker,” kata Patty, Kamis (5/8/2022).

Patty berharap Masyarakat Kota Ambon tidak mudah percaya dengan bujuk rayu calo dengan iming – iming gaji yang besar.

“Lebih berhati-hati dan waspada. Intinya yang tadi teliti sebelum menyetujui. Bila ada informasi pekerjaan di luar negeri bisa cek dulu perusahaannya legal atau tidak, dan dibawah pengendalian BP2MI,” tandasnya.

Baca juga: 1.412 Pengangguran di Ambon Bisa Kerja di Luar Negeri, Ini Syaratnya

Baca juga: Kadisnaker Ambon Sebut Pengurusan Kerja Luar Negeri Kini Lebih Murah

Sebelumnya, sebanyak 53 warga negara Indonesia (WNI) diduga mengalami penipuan oleh sebuah agen tenaga kerja bodong di Kamboja pada Bulan Juli 2022 lalu.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membenarkan kasus dugaan penyekapan 53 WNI di Kamboja.

Dilansir dari tribunnews.com, kejadian ini bukanlah pertama kali.

Pada tahun 2021, KBRI Pnom Penh telah berhasil menangani dan memulangkan 119 WNI korban investasi palsu.

Namun pada tahun 2022, kasus serupa justru semakin meningkat dimana hingga Juli 2022, tercatat terdapat 291 WNI menjadi korban.

Sebanyak 133 diantaranya sudah berhasil dipulangkan.

Para pekerja mendapatkan informasi pekerjaan tersebut dari laman sosial media.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved