Breaking News:

Ambon Hari Ini

Kadisnaker Ambon Sebut Pengurusan Kerja Luar Negeri Kini Lebih Murah

Kepala Dinas Tenaga Kerja atau Kadisnaker Ambon, Steiven Patty mengatakan biaya pengurusan kerja luar negeri melalui jalur resmi kini lebih murah.

Pemkot Ambon
Proses fasilitasi pengurusan kerja keluar negeri oleh Dinas Tenaga kerja Kota Ambon, Jumat (5/8/2022) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Kepala Dinas Tenaga Kerja atau Kadisnaker Ambon, Steiven Patty mengatakan biaya pengurusan kerja luar negeri melalui jalur resmi kini lebih murah dan mudah.

Pasalnya, seluruh proses pengurusan kerja luar negeri kini secara daring dari Kota Ambon.

Tak sama seperti sebelumnya, dimana calon pekerja harus ke Makassar maupun Jakarta.

“Dulu bila melalui jalur resmi, pembiayaannya dirasa memberatkan, karena pengurusan lewat Makassar atau Jakarta, dimana harus mengeluarkan dana untuk transportasi dan akomodasi. Namun sekarang tidak lagi, karena semua sudah bisa diurus secara daring dari Kota Ambon,” kata Patty, Jumat (5/8/2022).

Lanjutnya, Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) tak lagi melakukan pengurusan di Makassar atau di Jawa yang tentunya membutuhkan biaya dan tenaga yang besar.

Mengingat, Ambon telah menjadi salah satu Focal Point bagi BP2MI dalam hal penempatan PMI di Luar Negeri.

Patty menjelaskan, proses biaya paling besar yang dikeluarkan calon PMI yakni biaya keberangkatan, passport, visa dan biaya hidup bulan pertama.

Baca juga: Lowongan Kerja Ambon, Hasjrat Abadi Membutuhkan Sales Motor Yamaha, Ini Syaratnya

Baca juga: Jemaah Haji Maluku akan Tiba di Ambon Besok Sore

Baca juga: Siap-siap Mati Lampu Hari ini Sabtu 6 Agutus 2022, Ini Wilayah di Ambon yang Kena Pemadaman Listrik

Lanjutnya, biaya tersebut setara dengan satu hingga dua bulan gaji pertama.

“Dalam proses pengurusan Calon PMI, Biaya yang paling besar saat ini adalah biaya keberangkatan, pasport, visa dan biaya hidup bulan-bulan pertama. Sebenarnya biaya-biaya ini dapat ditutupi dengan 1 atau 2 bulan gaji, karena memang bekerja di luar negeri gajinya lebih besar. Namun karena harus di bayar sebelum mendapat gaji, maka dirasa besar dan memberatkan,” jelasnya.

Lanjutnya, bila memberatkan dan calon PMI dapat mengambi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sementara waktu, dan bisa segera terganti dengan gaji yang didapat.

Pasalnya, gaji luar negeri lebih besar dari upah di Ambon.

“Solusinya dapat diatasi dengan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Negara Indonesia (BNI),” tandas Patty. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved