Menuju 2024
Thalib Soumena; Gelora Lebih Indonesia Dibanding PKS
Hal itu pun ditegaskan Ketua Wilayah Partai Gelora Maluku, Thalib Soumena berdasarkan keterwakilan partai di didaerah yang disebutnya mencapai 100
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Ketua Wilayah Partai Gelora Maluku, Thalib Soumena sebut Partai Gelora lebih Indonesia dibanding Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Saya ingin mulai dari kesimpulan, kami di Partai Gelora selalu bilang, Gelora lebih Indonesia dibanding PKS," tegasnya dalam program TribunAmbon Bastory, Jumat (5/8/2022) sore.
Hal tersebut ditegaskan Soumena berdasar keresahan para eks PKS yang tak ingin tersekat-sekat agama.
Partai Gelora sendiri adalah pecahan PKS.
"Pengalaman sekian puluh tahun di partai yang lama (PKS), itu kami merasakan kebuntuan, dan Gelora adalah terobosan, sebab untuk meresapi spirit bangsa Indonesia, kita musti melepaskan sekat-sekat," jelasnya.
Soumena juga memastikan Partai Gelora siap berkompetisi dalam Pemilu 2024 mendatang.
Baca juga: Waspada Penelantaran Pekerja di Luar Negeri, Patty Imbau Pencari Kerja Koordinasi Disnaker
Baca juga: KPK Dalami Aliran Uang Pengurusan Izin Alfamidi di Ambon
Dijelaskan, keterwakilan partai di daerah disebut telah mencapai 100 persen sehingga layak sesuai aturan.
"Aturan menyebutkan, bahwa sebuah partai politik layak untuk mengikuti Pemilu, jika memiliki keterwakilan 100 persen di tingkat wilayah, 75 persen ditingkat Kota/kabupaten, 50 persen di tingkat kecamatan, hari ini partai Gelora di Maluku suka 100 persen di kabupaten/kota," paparnya.
Bahkan saat ini, Partai Gelora telah merambah ke tingkat desa untuk menarik simpati masyarakat.
"Kita sekarang sedang merambah ke tingkat desa," kata dia.
Soumena mengakui, kondisi geografis Maluku menjadi kendala pergerakan ke tinggak terkecil wilayah, termasuk kendala komunikasi.
"Di Maluku ini permasalahannya adalah masalah Geografis dan komunikasi, nah langkah yang kami ambil untuk itu adalah, betul-betul memberikan perhatian penuh kepada struktur partai," tandasnya.
Diketahui, Partai Gelora Indonesia didirikan pada 28 Oktober 2019 dengan gagasan dan cita-cita menjadikan Indonesia kekuatan ke-5 dunia.
Gagasan ini pertama kali disampaikan Anis Matta dalam pidato "Arah Baru Indonesia" dalam acara Musyawarah Kerja Keluarga Alumni KAMMI di Jakarta, 3 Februari 2018.
Pidato ini menyambung gagasan "Gelombang Ketiga Indonesia" yang ditulis Anis pada 2014 lalu.
Partai Gelora didirikan oleh 99 orang dari 34 provinsi di Indonesia.
Partai Gelora dideklarasikan dalam acara konsolidasi nasional di Jakarta, 10 November 2019.
Setelah melewati proses pendaftaran dan verifikasi di Kementerian Hukum dan HAM RI, Partai Gelora sah menjadi badan hukum dengan penyerahan SK Menteri Hukum & HAM pada 2 Juni 2020.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/thalib-soumena-9000.jpg)