Maluku Terkini

Ada Tes Deteksi Kanker Serviks di Lapangan Merdeka Ambon Hari Ini; Sangat Penting Bagi Perempuan

Pemprov Maluku mengadakan tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Periksa Payudara Klinis (Sadanis) untuk deteksi dini kanker serviks.

Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNAMBON.COM -- Pemprov Maluku mengadakan tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Periksa Payudara Klinis (Sadanis) untuk deteksi dini kanker serviks dan payudara perempuan.

Agenda tes deteksi dini kanker serviks dilaksanakan pada hari ini, Selasa (2/8/2022) tanpa dipungut biaya.

Bertempat di Lapangan Merdeka Kota Ambon.

Disampaikan Plh. Sekretaris Daerah Provinsi, Sadali Le, agenda ini merupakan salah satu rangkaian acara memperingati HUT Provinsi Maluku ke-77.

Perempuan sebaiknya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Sebab, deteksi kanker adalah satu bentuk penghargaan dan penghormatan bagi diri sendiri.

Baca juga: Ini Rangkaian HUT Provinsi Maluku Ke 77 Selama 9 Hari, Ada Pengobatan hingga Rekor Muri Olahan Sagu

Untuk diketahui tribuners, kanker serviks termasuk penyakit yang banyak merenggut nyawa perempuan.

Perempuan-perempuan di Maluku yang sudah menikah harus melakukan tes Inspeksi Visual Asam asetat (IVA).

Tes IVA bemanfaat untuk mendeteksi secara dini apakah ada potensi kanker mulut rahim alias kanker serviks atau tidak dalam diri seorang perempuan.

Adapun proses tes IVA, yakni dengan diteteskan asam asetat ke mulut rahim.

Jika terlihat ada perubahan warna pada leher rahim, maka kemungkinan ada suatu masalah dan harus diperiksakan ke dokter lebih lanjut.

Namun jika tidak ada perubahan warna, serviks dinyatakan sehat.

Silent Killer

Melansir dari Tribunnews.com, kanker serviks menjadi urutan ketiga terbanyak di dunia setelah kanker payudara dan kanker kolorektal atau saluran pencernaan.

Di sisi lain, kanker serviks disebut sebagai sillent killer. Julukan ini bukanlah tanpa sebab.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Obgyn Onkologi, dr Yudi Ardiansah Eka SpOG (K) Onk menyebutkan, setiap tahunnya, terjadi kasus baru 530 ribu kanker serviks pada perempuan di seluruh dunia.

"Tingkat kematiannya sampai 270 ribu seluruh dunia," bebernya pada kanal YouTube Sonora FM dikutip Tribunnews, Rabu (29/12/2021).

Lalu, bagaimana ciri-ciri kanker serviks?

Mengutip dari Kompas.com, kanker serviks stadium awal biasanya tidak menyebabkan sakit atau gejala yang serius.

Namun, ada beberapa ciri-ciri kanker serviks stadium awal yang bisa diamati:

Perdarahan vagina yang tidak normal, misalnya ketika berhubungan intim, d iantara periode menstruasi, dan setelah menopause
Durasi menstruasi yang lebih lama dari periode normal dan volume darah yang keluar lebih banyak
Nyeri ketika berhubungan intim
Keluar cairan vagina yang lebih banyak dan berbau
Nyeri panggul
Sebenarnya kanker serviks termasuk kanker yang berkembangnya lambat.

Namun, jika sudah memasuki stadium lanjut dan menyebar ke organ di sekitarnya, kanker serviks berpotensi memunculkan ciri-ciri sebagai berikut:

Kesulitan atau sakit ketika buang air kecil, kadang disertai darah
Sakit punggung Bengkak pada khaki
Diare, nyeri, atau berdarah ketika buang air besar
Kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan berat badan menurun
Jika mengalami gejala seperti ciri-ciri kanker serviks stadium awal tersebut, sebaiknya segera pergi ke dokter.

Anda bisa mengonsultasikannya dengan dokter dan melakukan tes pap smear.

Vaksinasi HPV

Pemerintah akan mewajibkan perempuan Indonesia untuk ikut serta dalam vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) untuk mencegah kanker serviks.

Hal ini sebagai upaya promotif dan preventif dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut, kanker serviks menjadi satu penyakit yang paling banyak merenggut perempuan Indonesia.

"Kita sudah tahu ternyata ada vaksinasi kanker serviks ini. Jadi kita akan wajibkan vaksinasi kanker serviks untuk bisa mencegah agar para wanita Indonesia tidak usah kena kanker, di ujung lebih baik kita lakukan pencegahan," kata Budi dalam RDP bersama komisi IX DPR RI, Selasa (25/1/2022), sebagaimana dilansir Tribunnews.com.

Ia mengatakan, selain menghemat pembiayaan negara vaksinasi kanker serviks diharapkan dapat membuat perempuan menjadi lebih produktif.

"Agar mereka hidupnya bisa lebih produktif tidak usah mengalami kanker ini, dan juga dari sisi negara jauh lebih murah karena merawat orang mencegah memberikan vaksinasi, kan anti kanker serviks jauh lebih murah dibandingkan dengan merawat orang terkena kanker serviks," ujarnya. (Posbelitung.co/Bryan Bimantoro/Tribunnews/Kompas.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved