Breaking News:

Ambon Terkini

5 Terdakwa Jual Beli BBM secara Ilegal di SPBU Pohon Pule Disidangkan, Transaksi hingga 480 Liter

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon menghadirkan kelima terdakwa kasus jual beli BBM secara ilegal di SPBU Pohon Pule itu didampingi penasihat hukum

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Tanita
AMBON: Kasus jual beli Bahan Bakar Minyak (BBM) secara illegal di SPBU Pohon Pule, Kecamatan Nusaniwe, Ambon akhirnya berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (25/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Kasus jual beli Bahan Bakar Minyak (BBM) secara illegal di SPBU Pohon Pule'> SPBU Pohon Pule, Kecamatan Nusaniwe, Ambon akhirnya berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (25/7/2022).

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon menghadirkan kelima terdakwa kasus jual beli BBM secara ilegal di SPBU Pohon Pule'> SPBU Pohon Pule itu didampingi penasihat hukum, Abdusyukur Kaliky cs.

Kelimanya yakni Yenny Ankotta (Pemilik Kendaraan), Brury Risakotta (Sopir drump truck), dan tiga karyawan SPBU Pohon Pule'> SPBU Pohon Pule Ambon masing-masing, Shalsabila Kibas, Ilvan Talahaturuso dan Hasyim Hukumahu.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Juneth Pattiasina menyebut total transaksi jual beli illegal BBM kelima terdakwa yakni 480 liter yang ditaruh dalam jerigen ukuran 20 liter sejumlah 24 jiregen terjadi pada April 2022 lalu.

Jerigen tersebut ditaruh dalam tangka mobil dum truck yang telah dimodifikasi secara berulang milik terdakwa Yeni Ankotta.

“BBM bersubsidi jenis Bio Solar itu diisi ke dalam Tangki Mobil Dum Truck milik Yeni Ankotta yang tangkinya telah di modifikasi dilakukan secara berulang ulang dimana hal tersebut sesuai dengan Sesuai dengan hasil penyelidikan di dapati Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar sejumlah ± 480 Liter yang di taruh di dalam jerigen ukuran 20 Liter sejumlah 24 buah Jiregen,” kata JPU dalam dakwaannya.

Pemkot Raih Sejumlah Penghargaan Pada Peringatan Harganas Tingkat Provinsi Maluku

Lanjutnya, terdakwa Hasyim yang juga pengawas SPBU Pohon Pulle jugalah yang memerintahkan terdakwa Shalsabila dan Ilvas untuk mengisi BBM tersebut ke dump truck terdakwa Yenny yang dibawa oleh terdakwa Brury.

“Bahwa terdakwa Hasyim Hukumahu selaku pengawas pada SPBU Pohon Pulle telah memerintahkan Shalsabila KibaS dan Ilvan Talahaturuson (Pegawai SPBU),” tambahnya.

Lanjutnya, terdakwa Yenny berencana akan menjual kembali BBM tersebut. Padahal Terdakwa Yenny tidak memiliki izin Pengangkutan dengan spesifikasi kendaraan pengangkutan.

Para pegawai SPBU Pohon Pulle yakni ketiga terdakwa lainnya itu pun mengetahui hal itu dan tetap melayani pembelian.

“Bahwa berdasarkan ketentuan yang berlaku kegiatan yang di lakukan oleh Yeni Ankotta bersama dengan Bruby Risakotta selaku Sopir Mobil Dum Truck yang di bantu oleh terdakwa Hasyim Hukumahu merupakan kategori kegiatan Usaha Hilir dimana dalam kegiatan Usaha Hilir dalam hal Pengangkutan dan atau Niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) haruslah memeiliki Ijin Usaha yang di kelurkan oleh Pemerintah / Pihak Berwenang dan pengangkutanya haruslah sesui dengan ketentyuan yang berlaku,” jelas JPU.

Kelimanya pun didakwa melanggar Pasal 55 Undang undang No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Usai mendengar dakwaan JPU, Ketua Majelis Hakim, Nanang Zulkarnain Faisal menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved