Ini Cara Hindari Penipuan Lowongan Kerja, Ketahui 6 Ciri-Cirinya!
Kedok yang mereka hadirkan pun cukup meyakinkan dan sering kali sukses mengecoh para pencari kerja atau job seekers.
Nah, proses dan persyaratan untuk masuk ke perusahaan-perusahaan tersebut pastinya akan cukup panjang, mulai dari tes, psikotes, hingga wawancara dengan berbagai pihak. Karenanya, jangan terkecoh dengan loker yang menawarkan persyaratan yang terlalu mudah!
3. Perekrut menuntut respons secepatnya
Perekrut palsu juga akan menuntut respons yang cepat dari kandidat, misalnya meminta melakukan wawancara dengan segera. Untuk mendapatkan respons yang cepat, para penipu juga akan menghubungi pencari kerja lewat SMS, WhatsApp, dan bahkan langsung menelepon.
Hal ini tentu patut dicurigai, karena seperti yang sudah disebutkan di atas, lowongan kerja resmi, terutama dari perusahaan ternama pasti akan memiliki prosedur tersendiri serta melalui proses yang cukup panjang.
Maka itu, jika kamu menerima panggilan untuk tes atau wawancara kerja dengan segera, jangan buru-buru merespons dan cek dulu validasi kontak perusahaan tersebut.
4. Menawarkan gaji dengan nominal yang wah
Siapa sih yang tidak ingin bekerja di perusahaan papan atas dengan gaji yang wah? Hal ini juga jadi salah satu modus yang ditawarkan lewat penipuan lowongan kerja.
Loker palsu yang tersebar di internet tak jarang mengatasnamakan perusahaan ternama dengan menawarkan gaji dengan nominal yang tinggi untuk posisi fresh graduate atau entry-level.
Mungkin saja kamu akan merasa langsung bersemangat saat menemukan lowongan kerja seperti itu. Namun, jangan sampai tertipu, bisa saja itu adalah loker palsu! Terlebih, nominal gaji seharusnya baru akan diungkapkan setelah kandidat melalui proses wawancara dengan perusahaan.
5. Meminta akses informasi pribadi
Ciri lain dari penipuan loker adalah meminta akses data atau informasi pribadi. Data yang dimaksud di sini bukan cuma informasi umum seperti nama, alamat, atau pengalaman kerja saja lho, namun informasi mendetail seperti data keluarga, nomor NPWP, hingga fotokopi KTP.
Untuk loker di perusahaan besar, memang terkadang kamu akan diharuskan untuk melampirkan data pribadi yang rinci, namun pastinya hal tersebut dilakukan dengan menggunakan platform resmi dari perusahaan.
Jenis penipuan ini perlu benar-benar diwaspadai. Pasalnya, bukan hanya kamu tertipu dengan loker palsu, namun data pribadi kamu dapat disebarkan dan disalahgunakan oleh oknum yang tak bertanggung jawab ke depannya.
6. Memungut biaya
Terakhir, penipuan lowongan kerja akan melakukan pemungutan biaya pada kandidat. Umumnya hal ini dilakukan dengan dalih untuk biaya pelatihan, fasilitas, biaya administrasi perusahaan, dan sebagainya.
Kemudian, penipuan loker ini juga akan memberikan iming-iming bisa langsung diterima untuk bekerja asal membayar terlebih dahulu.
Hal ini tidak mungkin dilakukan oleh perusahaan besar, karena proses rekrutmen seharusnya dilakukan secara gratis. Karenanya jika kamu menemukan loker yang mengatasnamakan perusahaan papan atas dengan merekrut biaya, loker tersebut sudah pasti palsu! (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/ilustrasi-lowongan-kerja.jpg)