Sabtu, 25 April 2026

Ambon Terkini

Perbaiki Talud Patah di Sungai Wayori, TPBJ GPM Passo Anugerah Terima Bantuan Bronjong

Ketua TPBJ GPM Passo Anugerah, Frits Tatipikalawan mengatakan, 100 buah bronjong itu diberikan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Tanita
AMBON: 100 buah bronjong diberikan oleh BWS Maluku kepada GPM Jemaat Passo Anugerah melalui Tim Penanggulangan Bencana Jemaat (TPBJ), Rabu (20/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - GPM Jemaat Passo Anugerah melalui Tim Penanggulangan Bencana Jemaat (TPBJ) menerima bantuan bronjong.

Ketua TPBJ GPM Passo Anugerah, Frits Tatipikalawan mengatakan, 100 buah bronjong itu diberikan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku.

“Bronjong tersebut akan dipergunakan untuk perbaikan talud yang patah sepanjang aliran sungai, khususnya pada RT 12, RT 14 dan RT 58 Passo,” ungkap Ketua TPBJ, Tatipikalawan di sela – sela penyerahan bantuan bronjong di Passo Rabu (20/7/2022).

Lanjutnya, berdasarkan hasil pemetaan bersama BWS Maluku, ada empat titik lokasi talud yang patah dengan panjang keseluruhan mencapai 150 meter.

AMBON: BWS Maluku dan TPBJ GPM Jemaat Passo Anugerah saat meninjau talud patah di Sungai Wayori, Negeri Passo, Ambon, Rabu (20/7/2022).
AMBON: BWS Maluku dan TPBJ GPM Jemaat Passo Anugerah saat meninjau talud patah di Sungai Wayori, Negeri Passo, Ambon, Rabu (20/7/2022). (TribunAmbon.com/Tanita)

Selain bantuan yang langsung diberikan kepada Jemaat, BWS juga memberikan bantuan bronjong lewat Pemerintah Negeri Passo.

“Di RT 12 akan diberikan bantuan 25 bronjong lewat Pemerintah Negeri Passo, jadi nantinya ada total 125 buah bronjong bantuan dari BWS untuk perbaikan talud,” lanjutnya.

Upaya perbaikan bukannya tanpa kendala, Tatipikalawan menambahkan, kini pihaknya tengah berusaha untuk menyediakan material bebatuan dalam pengisian bronjong yang dikerjakan secara swadaya oleh anggota jemaat dan masyarakat.

Pakai Narkoba Lagi, Pemuda Wayame Ambon Dituntut 7 Tahun Penjara

Selain itu, untuk antisipasi bencana susulan, BWS juga akan melakukan pengerukan Check Dam atau bendungan mini yang ada di Sungai Wayori.

Rencana pengerukan nantinya akan difasilitasi oleh Pemerintah Negeri Passo dan masih menunggu kawasan yang bisa dilalui alat berat.

“Dari percakapan dengan BWS, mereka memang akan melakukan pengerukan lagi diatas Check Dam, karena sendimentasi sudah cukup banyak sehingga tidak mampu menahan laju air sungai,” tandasnya.

Sebelumnya, akibat intensitas hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir menyebabkan talud Sungai Wayori, Negeri Passo patah.

Akibatnya air sungai meluap dan menyebabkan banjir.

Tercatat ada 64 kepala keluarga yang terdampak bencana banjir pada 8 Juli 2022 lalu.

Keluarga yang terdampak banjir bukan saja anggota jemaat GPM, tetapi ada juga dari Gereja lain, serta umat Katolik.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved