Breaking News:

Murad Tantang Mahasiswa Duel

IJTI Maluku Sementara Kaji Pernyataan Djalaludin Salampessy yang Sebut Jurnalis Biadab

IJTI Maluku sementara mengkaji pernyataan Penjabat Bupati Buru, Djalaludin Salampessy yang menyebut jurnalis biadab.

Mesya
Ketua IJTI Pengda Maluku, Imanuel Alfred Souhaly mengaku sementara mengkaji pernyataan Penjabat Bupati Buru, Djalaludin Salampessy yang menyebut jurnalis biadab, Senin (11/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Maluku, Imanuel Alfred Souhaly mengaku sementara mengkaji pernyataan Penjabat Bupati Buru, Djalaludin Salampessy yang menyebut jurnalis biadab.

Menurutnya, pernyataan jurnalis biadap itu disampaikan dalam percakapan grup WhatsApp internal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Buru.

Kebenarannya pun belum bisa dipastikan apakah yang menyebut jurnalis biadab itu benar adalah Djalaludin Salampessy.

“Ranahnya kan internal, itu WhatsApp dari grup internal OPD bukan langsung disampaikan secara umum. Kami juga masih mengkaji apakah benar itu pesan dari penjabat atau tidak. Kita harus mencari kebenaran,” kata Imanuel kepada wartawan, Senin (11/7/2022).

Baca juga: Hapus Video Peliputan, Ajudan Gubernur Maluku Bakal Dilaporkan ke Propam Polda Maluku

Baca juga: LBH Pers Ambon Kecam Penjabat Bupati Djalaludin Salampessy yang Sebut Wartawan Biadap

 

Dikatakan, jika benar itu pesan dari Djalaludin Salampessy, maka IJTI Maluku  akan mengambil tindakan keras.

Mengingat, pernyataan semacam itu telah merusak tatatan kemerdekaan pers yang selama ini terjaga.

Apalagi, Djalaludin Salampessy sendiri adalah seorang penjabat publuk yang tidak semestinya mengeluarkan pernyataan semacam itu.

“Kalau benar IJTI akan mengambil sikap yang lebih keras apalagi dia kan seorang penjabat publik,” ungkapnya.

Diketahui, Beredar pesan WhatsApp diduga oleh Penjabat Bupati Buru, Djalaludin Salampessy menyikapi insiden Gubernur Maluku Murad Ismail Tantang Pendemo Berkelahi.

Selain membela gubernur, Djalaludin Salampessy juga menyudutkan posisi wartawan karena dianggap tidak memberitakan positif kunjungan Murad Ismail.

Bahkan wartawan disebut telah disiapkan bersamaan dengan aksi unjukrasa menagih janji politik Murad.

Berikut isi chat di grup WhatsApp yang viral di media sosial itu, Minggu (10/7/2022) malam.

"Pak Gub, semoga Allah melaknati orang-orang ini. Pak Gub datang ada bawa bantuan, pembangunan ratus miliar di Kabupaten Buru, dan manfaat lain untuk masyarakat, tidak diberitakan tapi diberitakan hal lain. Biadab, wartawannya segera kita tindak lanjuti Pak Gub. Terlihat jelas mantan punya permainan Pak. Mereka pancing demo dan sudah siapkan wartawan, benar benar keterlaluan. Allah jauhkan Maluku dari bala, Allah merahmati bapak dan keluarga, amin,” tulis Salampessy dalam grup WhatsApp OPD Pemkab Buru yang beredar di media sosial, Sabtu (9/7/2022).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved