Breaking News:

Tagop Soulissa Diadili

Siap Diadili, Berkas Perkara Tagop Soulissa Masuk Pengadilan

Soulisa merupakan tersangka kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji, gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) projek infrastruktu

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Chen Toisutta
Tim KPK tengah mengecek berkas di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (9/6/2022) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pasca dipindahkan ke Ambon, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyerahkan berkas perkara mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa.

Soulisa merupakan tersangka kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji, gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) projek infrastruktur di Bursel tahun 2011-2016.

Berkas perkara itu dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (9/6/2022).

Selain Tagop, juga diserahkan berkas perkara tersangka Johny Rynhard Kasman selaku pihak swasta yang juga orang kepercayaannya.

"Iya betul. Tadi sudah diserahkan (berkas perkara terdakwa TSS dan JRK oleh KPK)," ungkap Jacobus Mahulette, Panitera Muda Tipikor Ambon kepada wartawan.

Baca juga: Tiba di Ambon, Tagop Soulissa dan Johny Rynhard Dieksekusi ke Rutan Waiheru

Baca juga: Pembatalan Pelantikan Raja Latuhalat Belum Jelas, Warga Ancam Palang Jalan

Sebelumnya, KPK telah memindahkan penahanan keduanya dari Jakarta ke Ambon lada Rabu (8/6/2022) kemarin.

Keduanya ditahan dilokasi yang berbeda. Tagop di Rutan kelas II A Ambon, sementara Johny di Rutan Polda Tantui.

Sementara, terdakwa lainnya yaitu Ivanna Kwelju tengah menjalani persidangan dengan agenda keterangan saksi-saksi.

Terdakwa Ivana Kwelju disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara, Tagop dan Johny disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan Pasal 3 dan atau 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved