Jumat, 29 Mei 2026

Maluku Terkini

Semmy Uniberua, Menua Bersama Museum Siwalima Ambon

Begitu Semmy Uniberua memaknai keberadaan museum yang berlokasi di kawasan Taman Makmur, Kecamatan Nusaniwe – Kota Ambon itu.

Tayang:
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Penjaga Museum Siwalima, Semmy Uniberua 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Museum Siwalima menjadi saksi bisu sejarah peradaban di Negeri Raja-Raja.

Lebih dari itu, museum itu juga menjadi laboratorium pendidikan dan kebudayaan.

Begitu Semmy Uniberua memaknai keberadaan museum yang berlokasi di kawasan Taman Makmur, Kecamatan Nusaniwe – Kota Ambon itu.

Semmy melihat museum lebih dari sekedar tempat penyimpanan benda bersejarah.

Museum yang berdiri diatas lahan seluas 3 hektar tersebut merupakan bagian dari hidup pria yang akrab disapa Om Semmy itu.

Om Semmy, sudah 34 tahun menjadi penjaga benda-benda bersejarah peninggalan nenek moyang koleksi museum.

Dimulai sejak tahun 1988, saat pria paroh baya itu sebagai tenaga honorer di museum yang dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku.

"Saya disini mulai dari tahun 1988, saat itu masih jadi tenaga honorer, lalu dapat SK 80, kemudian di 1993, dapat SK 100, dan mulai jadi PNS," urainya.

Sejak saat itu, kecintaan Om Semmy pada benda-benda bersejarah dari Maluku semakin tinggi.

Tampak dari cara dia merawat setiap koleksi.

Mural biota laut hiasi jalanan dan dinding sekeliling koleksi Kelautan Museum Siwalima Ambon. Bisa dijadikan spot foto menarik.
Mural biota laut hiasi jalanan dan dinding sekeliling koleksi Kelautan Museum Siwalima Ambon. Bisa dijadikan spot foto menarik. (TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina)

Baca juga: Museum Siwalima Rawat Aset Pakai Bahan Tradisional, Dampak Kurang Perhatian

Baca juga: Keren, Mural Biota Laut di Museum Siwalima Ambon Bisa Jadi Spot Foto

Diperlakukannya dengan sangat hati-hati, demi menjaga benda tersebut agar tak rusak.

Tak hanya merawat, ia juga mengerti betul, detil demi detil benda yang menjadi koleksi museum.

Mulai dari Tahun penemuan, cerita singkatnya, hingga filosofi dari tiap-tiap benda.

Misalnya, koleksi patung pada museum, baginya, tiap bentuk, gestur dan warna dari sebuah patung memiliki makna yang mempengaruhi benang merah sejarah.

"Kalau orang Ambon bilang, Katong potong pusa disini, sampe Katong tua disini. Artinya setiap benda memiliki ceritanya masing-masing, dan sudah menjadi tugas saya untuk menyampaikan setiap cerita kepada generasi muda," jelasnya.

Kini, waktunya untuk mengabdikan diri bagi museum Siwalima tersisa 11 bulan saja di umurnya 57 tahun.

Di sisa waktu pengabdiannya, Om Semmy merasa penting untuk menyampaikan apa apa saja yang kini dibutuhkan pemerintah.

Hal itu ia lakukan demi menjaga generasi muda Maluku, agar tak melupakan sejarah bangsanya.

"Kalau bukan katonh siapa lai, kalau bukan sekarang, kapan lai," tandasnya.

Diketahui, Museum Siwalima terlak di kawasan Taman Makmur, Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Propinsi Maluku.

Museum ini didirikan pada tanggal 8 November 1973, namun diresmikan pada tanggal 26 Maret 1977.

Walaupun obyek wisata yang satu ini merupakan tempat peninggalan benda-benda bersejarah, namun bangunan museum ini berada di atas bukit yang menghadap Teluk Ambon dengan keeksotisannya yang akan membuatmu terpesona.

Kata Siwalima merupakan bentukan dari 2 kata.

Menurut cerita, kedua kata tersebut diambil dari sejarah kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Maluku.

Kata Siwa yang berarti sembilan diambil dari kata Ulisiwa yang merupakan kumpulan 9 kerajaan di wilayah selatan Maluku dan kata Lima yang berarti lima diambil dari kata Patalima yang merupakan kumpulan 5 kerajaan di wilayah utara Maluku.

Di depan pintu masuk museum ini terdapat tulisan “Usu Mae Upu” yang berarti “Mari Silahkan Masuk”.

Awalnya museum ini hanya menyimpan koleksi budaya dan adat istiadat Maluku saja, namun terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

Hal tersebut membuat Museum Siwalima dibagi menjadi 2 bangunan:

Bangunan I: disebut dengan Museum Kelautan Siwalima. Di tempat ini tersimpan sejarah kelautan masyarakat Ambon, benda-benda dan binatang-binatang laut seperti: 3 buah kerangka ikan paus dengan panjang 9 m, 17 m dan 19, serta berbagai benda kekayan kehidupan laut Maluku.

Bangunan II: disebut dengan Museum Budaya Siwalima. Di tempat ini tersimpan segala hal yang berkaitan dengan budaya Maluku, seperti: bangunan asli Maluku, pakaian adat, alat-alat pertanian, senjata, perlengkapan upacara adat, uang lama, dan berbagai guci pada masa penjajahan Jepang.

Semua benda-benda tersebut terawat dengan baik di Museum Siwalima.

Saat kamu berkunjung ke obyek wisata ini, tak perlu khawatir, akan ada petugas yang bisa menjelaskan seluruh isi museum secara rinci.

Pengunjung museum ini juga bisa melakukan permintaan khusus untuk menikmati sajian musik lokal, pementasan tari dan demo pembuatan kain tenun.

Dan tak lupa bagi kamu yang suka memotret, kamu tetap bisa membidikkan kameramu di dalam museum ini.

Akses ke Museum Siwalima.

Letak museum ini hanya berjarak sekitar 5 km dari pusat Kota Ambon dan dapat kamu capai menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum yang menuju Taman Makmur. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved