Breaking News:

Maluku Terkini

23 ODGJ Berkeliaran di Maluku Tengah, Dinsos Sebut Keluarga Kurang Perhatian

Dijelaskan, angka itu turun dalam lima tahun terakhir, dari 30 ODGJ menjadi 23 orang.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
Lukman
Tim Nakes sementara mengecek perkembangan kondisi kesehatan pasien ODGJ di Ruang IGD RSUD Masohi, Selasa (31/5/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Maluku Tengah mendata sebanyak 23 orang dengan gangguan kejiawaan (ODGJ) berkeliaran di Masohi dan sekitarnya.

"Sesuai dengan data kita ada kurang lebih 23 ODGJ yang ada di Maluku Tengah, bukan cuma di Masohi tapi Maluku Tengah," kata Kepala Bidang (Kabid) Sosial dan Rehabilitasi, Dinsos Maluku Tengah, Muhammad Yusuf di Ruang Kerjanya, Kamis (2/6/2022).

Dijelaskan, angka itu turun dalam lima tahun terakhir, dari 30 menjadi 23 orang.

Penanganan dari dinsos membantu mengurangi angka ODGJ di kabupaten berjuluk Pamahanu Nusa itu.

Baca juga: Dinsos Maluku Tengah Sebut Acamali Bukan Termasuk ODGJ, Yusuf; Hanya Ada 5 Orang di Masohi

Baca juga: Soal Pengobatan Acamali, Dinsos Maluku Tengah Sebut akan Bantu Jika Dia Punya Surat Keterangan ODGJ

Setiap tahunnya Dinsos membawa satu sampai dua ODGJ untuk dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Nania di Kota Ambon, Ibu Kota Provinsi Maluku.

"Setiap tahun kita bawa satu sampe dua orang untuk berobat di RSJ," ujar Yusuf.

Disayangkan, upaya dinas tidak diikuti peran keluarga sehingga penanganan tidak maksimal.

Sebagian besar, katanya kurang perhatian akan penanganan ODGJ.

Selain itu, dia mengaku Dinsos juga mengalami keterbatsan anggaran.

"Kita bahkan bisa berbuat apa kalau angggaran terbatas, yang kita bisa buay yah mungkin mengurus hal hal lain seperti mungkin terkendala administrasi kependudukan, KTP dan BPJS," tuturnya.

Dia pun berharap, sinergitas antar instansi, seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil juga Dinas Kesehatan serta Badan Penyelenggara Jaminan Sosia Kesehatan (BPJS).

"Saya kira juga butuh kerjasama antar intansi terkait, seperti Capil dan BPJS, ini sangat penting untuk penanganan langkah awal," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved