Breaking News:

Maluku Terkini

Dinsos Maluku Tengah Sebut Acamali Bukan Termasuk ODGJ, Yusuf; Hanya Ada 5 Orang di Masohi

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Maluku Tengah menyebutkan, La Jamali alias Acamali korban pembakaran hidup-hidup di Kota Masohi bukan termasuk Orang d

Editor: Adjeng Hatalea
Lukman
Kabid Sosial dan Rehabilitasi, Dinsos Maluku Tengah, Muhammad Yusuf saat diwawancarai TribunAmbon.com diruang kerjanya, Kamis (2/6/2022). 

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Maluku Tengah menyebutkan, La Jamali alias Acamali korban pembakaran hidup-hidup di Kota Masohi bukan termasuk Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Untuk itu, Kabid Sosial dan Rehabilitasi Dinsos Maluku Tengah, Muhammad Yusuf menegaskan,  Acamali bukanlah tanggung jawab pihaknya.

"Kalau di data dinas, di Kota Masohi ini ODGJ hanya ada lima orang, dan Acamali tidak termasuk. Dia ini hanya seperti orang terlantar, yang selama ini hanya dibiarkan hidup di jalanan oleh orang tua atau keluarga dekatnya."kata Muhammad Yusuf saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (2/6/2022).

Acamali kata dia, memang dari dulu sering ketahuan mengambil barang berharga milik warga di kota Masohi.

Ia bahkan sering dilapor dan di bawa ke kantor polisi setempat, namun kemudian dibebaskan lagi.

Baca juga: Soal Pengobatan Acamali, Dinsos Maluku Tengah Sebut akan Bantu Jika Dia Punya Surat Keterangan ODGJ

"Dia ini kan dari kecil kondisinya sudah seperti ini. Sering ambil orang barang milik orang lain," lanjut dia.

Meski demikian lanjutnya, pihaknya akan tetap membantu agar Acamali bisa memperoleh bantuan dari dinas.

Terutama agar dia bisa mendapatkan BPJS-Kesehatan

Namun, dia mengaku pihaknya hanya bisa membantu jika Acamali punya surat keterangan mengalami gangguan jiwa dari RSUD setempat.

"Kita butuh dokumen penduduknya agar kita bisa urus kelanjutannya. Juga kalau ada keterangan dari ruma sakit yang menyatakan, dia ini benar-benar memiliki gangguan jiwa langsung kita tangani dan dibawa ke RSJ,"tandasnya.

Diketahui,

Diketahui Acamali, menjadi korban pembakaran hidup-hidup pada Senin (30/5/2022) pagi.

Akibatnya, dia mengalami luka bakar sekitar 81 persen atau cukup serius di sekujur tubuhnya.

Selain luka bakar serius, dia juga mengalami sesak nafas lantaran menghirup banyak asap.(*)

(Lukman Mukadar | Editor: Salama Picalouhata)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved