Sabtu, 18 April 2026

Global

Rusia Setop Pasok Gas ke Polandia dan Bulgaria Mulai Hari Ini

Raksasa energi Rusia Gazprom (GAZP.MM) telah mengatakan kepada Polandia dan Bulgaria bahwa pihaknya akan menghentikan pasokan gas mulai hari ini, Rabu

Editor: Adjeng Hatalea
AFP/Alexei Druzhinin/ SPUTNIK/AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato di negara tersebut terkait wabah koronavirus di kediaman Novo-Ogaryovo di luar Moskow pada 25 Maret 2020. 

Polandia mengatakan dapat memperoleh gas melalui dua hubungan dengan Jerman termasuk aliran balik pada pipa Yamal, hubungan dengan Lithuania dengan kapasitas tahunan 2,5 bcm yang akan dibuka pada 1 Mei dan melalui interkonektor dengan Republik Ceko hingga 1,5 bcm. 5-6 bcm lainnya dapat dikirimkan melalui tautan dengan Slovakia yang akan dibuka akhir tahun ini.

Selain itu, PGNiG dapat mengimpor hingga 6 bcm per tahun melalui terminal LNG di Swinoujscie di Laut Baltik, dan memproduksi lebih dari 3 bcm gas per tahun secara lokal di Polandia.

Pada bulan Oktober mendatang, sebuah pipa yang memungkinkan hingga 10 bcm gas per tahun mengalir antara Polandia dan Norwegia, akan dibuka.

Pejabat pemerintah mengatakan penyimpanan gas Polandia sebesar 3,5 bcm adalah 76 persen penuh dan tidak perlu memotong pasokan ke pelanggan untuk mengatasi penghentian pasokan Gazprom.

Sementara itu, Bulgaria mengatakan telah mengambil langkah-langkah untuk menemukan pasokan gas alternatif dan tidak ada pembatasan konsumsi gas yang diperlukan untuk saat ini. Analis di bank investasi Jefferies mengatakan cut-off warning meningkatkan risiko terminasi dini lainnya untuk kontrak Eropa lainnya yang akan berakhir pada akhir tahun, sebesar hampir 12 bcm per tahun.

Hanya beberapa pembeli gas Rusia, seperti Hungaria dan Uniper (UN01.DE), importir utama Jerman untuk gas Rusia, yang mengatakan akan mungkin untuk membayar pasokan masa depan di bawah skema yang diumumkan oleh Mosjwa tanpa melanggar sanksi Uni Eropa.

Regulator jaringan Jerman mengatakan sedang memantau situasi pengiriman gas dari Rusia setelah ancaman terhadap pasokan Polandia, menambahkan bahwa pasokan ke Jerman saat ini telah dijamin.

PGNiG mengatakan pada Selasa, bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah untuk memulihkan aliran gas sesuai dengan kontrak Yamal dan bahwa setiap penghentian pasokan merupakan pelanggaran kontrak itu, menambahkan bahwa pihaknya memiliki hak untuk menuntut ganti rugi atas pelanggaran kontrak.

Sebelumnya pada Selasa, Polandia mengumumkan daftar 50 oligarki dan perusahaan Rusia, termasuk Gazprom, yang akan dikenakan sanksi berdasarkan undang-undang yang disahkan awal bulan ini yang memungkinkan aset mereka dibekukan.

Undang-undang tersebut terpisah dari sanksi yang dikenakan bersama oleh negara-negara Uni Eropa.

Pedagang gas mengatakan pasar gas Belanda, patokan Eropa, bergerak naik menjelang akhir perdagangan pada hari Selasa.

Kontrak gas Belanda bulan depan menetap sekitar 5,4 persen lebih tinggi pada 98,20 euro/MWh.

(Kompas.com / Irawan Sapto Adhi)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved