Breaking News:

Pemerintah Mulai Catat Pelat Nomor Kendaraan yang Isi BBM di SPBU, Ini Tujuannya

Perketat pengawasan, pemerintah akan mencatat pelat nomor kendaraan masyarakat yang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM).

TribunAmbon.com/Mesya
AMBON: Antrian panjang di SPBU Passo - Ambon. 

TRIBUNAMBON.COM - Perketat pengawasan, pemerintah akan mencatat pelat nomor kendaraan masyarakat yang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Melalui PT Pertamina (Persero), pemerintah mulai menerapkan sistem pengguna tunggal bagi konsumen yang membeli BBM.

Sistem tersebut mewajibkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU untuk merekam dan mencatat pelat-pelat nomor kendaraan masyarakat yang membeli BBM.

Langkah ini diambil oleh pemerintah untuk memastikan bahwa penyaluran BBM jenis Solar dan Pertalite bersudsidi dapat tepat sasaran.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif yang menyebut bahwa pengawasan dilakukan untuk memastikan penyaluran bensin yang disubsidi bisa tepat sasaran.

Baca juga: 2 Wilayah di Maluku Ini Harus Ganti ke TV Digital Lima Hari Lagi

Baca juga: Telkomsel Pastikan Kesiapan Jaringan dan Layanan Saat Lebaran di Papua dan Maluku

"Sekarang kami sudah mulai sistem pengawasan dengan menyorot pelat untuk bisa di-record. Jadi ketahuan kendaraan yang mondar-mandir," kata Arifin dalam keterangan resminya kepada media, Minggu (24/4/2022).

Arifin menjelaskan, pemerintah akan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital seperti CCTV dalam sistem pengawasan. Jika ada penyelewengan, maka Pertamina akan melaporkan hal itu kepada penegak hukum.

Ia menyebut kebutuhan sejumlah jenis BBM seperti Solar dan Pertalite akan meningkat mendekati puncak libur Hari Raya Lebaran hingga 14 persen.

Untuk itu, Pertamina juga harus memastikan setiap SPBU memiliki stok aman selama musim hari raya.

 "Kami minta Pertamina mengamankan tangki seoptimal mungkin, persiapan menjelang arus mudik dan balik terutama BBM jenis Solar dan Pertalite. Nanti kita tingkatkan stoknya," ucapnya.

Selain itu, Arifin juga mengimbau kepada jajaran petugas SPBU untuk mempercepat proses pengisian BBM serta memperhatikan bentuk layout SPBU. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi antrean yang tidak perlu.

Larangan Beli Pertalite di SPBU Pakai Jeriken

Setelah harga pertamax naik, kini muncul aturan baru tentang pembelian bahan bakar minyak (BBM). 

Warga tidak diperbolehkan membeli BBM jenis Pertalite menggunakan jeriken atau drum.

Halaman
12
Sumber: Tribun palu
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved