Ramadan 2022
Dakwah Goes to Cafe, Ngopi Sambil Raih Pahala Ala Komunitas Hijrah OK Main
Kafe bagi mereka menjadi tempat yang efektif untuk berdakwah dengan menyasar anak muda milenial.
Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Tiap ruang adalah tempat berdakwah.
Itu jadi pegangan anak muda ini untuk berbagi pengetahuan agama.
Selain di Masjid dan majelis taklim.
Kafe bagi mereka menjadi tempat yang efektif untuk berdakwah dengan menyasar anak milenial.
Ialah Komunitas Hijrah Oke Main.
Hijrah OK Main sendiri dalam terjemahan berarti “menerima ajakan untuk berhijrah”.
Alasan mereka cukup sederhana, yakni nongkrong bermanfaat sambil mengais pahala.
"Segmen anak muda belakangan ini memilih kafe sebagai tempat nongkrong, jadi kita mencoba berinovasi dengan melakukan kegiatan ini," kata Ketua Hijrah OK Main, Mahadir Muhammad kepada TribunAmbon.com.
Baca juga: 3 Resep Olahan Kelapa Muda yang Bisa Dijadikan Menu Buka Puasa di Ambon
Baca juga: Jelang Lebaran, Warga Batu Merah Ambon Mulai Hias Kampung
Bertempat di RedStone Café, Ambon, Sabtu (16/4/2022) komunitas Hijrah yang sudah 6 tahun dibentuk itu mencoba mengingatkan kembali pentingnya 10 malam terakhir di bulan Ramadan.
Selepas ashar, pukul 16.30 WIT suasana Redstone nampak ramai, tak hanya anak muda, anak kecil sampai orang tua pun hadir disana menikmati lantunan ayat suci Al-Quran.
Usai Tilawah, sahabat hijrah yang hadir kemudian disuguhkan dakwah singkat dari Ustadz Hatta Ingratubun Lc.
Dalam dakwah singkat itu, Ustadz Hatta mengingatkan kembali pentingnya I'tikaf dalam 10 hari terakhir bulan Ramadan.
I'tikaf sendiri merupakan ibadah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridaan Allah dan bermuhasabah atas perbuatannya.
Orang yang sedang beriktikaf biasanya disebut juga muktakif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/hijrah-ok-main-1.jpg)