Breaking News:

Lebaran 2022

Disnaker Ambon: Karyawan Bisa Lapor Jika THR Bermasalah

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Ambon, Steiven Patty mengatakan, pekerja dapat melapor bila THR bermasalah.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Humas Pemkot Ambon
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Ambon, Steiven Patty. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Tunjangan Hari Raya (THR) akan segera cair dalam waktu dekat.

Perusahaan pun wajib membayar tunjangan tersebut sebelum hari raya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Ambon, Steiven Patty mengatakan, pekerja dapat melapor bila THR bermasalah.

"Persiapan hari raya kami dari dinas ketenagakerja tetap mempersiapkan sesuai dengan tupoksi kita untuk memantau kewenangan pemberi kerja dalam hal ini perusahaan terhadap karyawannya terutama menyangkut THR," kata Patty kepada wartawan, Selasa (12/4/2022).

Dia melanjutkan, pekerja dapat melapor ke Posko yang akan dibuka di Kantor Disnaker pada pekan depan.

"Jadi menyikapi itu kami Disnaker membuka posko di Dinas untuk dari setiap karyawan yang merasa hak-haknya kerjanya terjaja bisa melapor kepada kita," tambahnya.

DAFTAR Terbaru Wilayah PPKM Level 1, 2, dan 3 di Luar Jawa-Bali, Ambon Level 2, Bursel Level 1

"Jadi semua karyawan perusahaan di kota ambon kalau ada misalkan ada maslah terkait thr bisa lapor ke kita di disnaker.
Minggu depan sudah buka H-7," imbuhnya.

Patty menyebutkan, ada Surat Edaran (SE) Sekretaris Kota Ambon kepada seluruh perusahaaan terkait pemberian THR.

Dalam SE tersebut tertuang perusahaan wajib membayar THR kepada pekerja paling lambat H-3 lebaran.

"Jadi nanti ada edaran kepada seluruh perusahaan dari Pak Sekot nanti untuk tunjangan hari raya, jadi sebelum H-1, H-3 sudah harus dibayar," jelasnya.

Untuk diketahui, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/1/HK.04/IV/2022 pada 6 April tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2022. 

Dalam aturan itu tertuang THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 bulan upah.

Sedangkan bagi pekerja/buruh dengan masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan: masa kerja / 12 x 1 bulan upah.(*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved