Breaking News:

Ramadan 2022

Ini Cara Anak Muda Milenial di Namlea - Pulau Buru Ngisi Ramadan, Buat Tausiah Hingga Pasar Takjil

Digelar selama 14 hari, kampung ramadan 2022 ini hadirkan berbagai kegiatan.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Kampung Ramadan 2022 di Namlea - Pulau Buru, Tabu (6/4/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Komunitas Pemuda Pemudi Milenial (2PM) Buru kembali menggelar kampung ramadan.

Digelar selama 14 hari, kampung ramadan 2022 ini hadirkan berbagai kegiatan.

Diantaranya, pentas musik religi, tausyiah, festival agama, serta pasar takjil.

Kegiatan yang digelar anak muda milenial ini berlangsung di Jl Tugu Tani, Namlea, Kabupaten Buru.

Dan dibuka Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Kabupaten Buru, Achdam Syahfan Umasugi, Rabu (6/4/2022) malam.

Baca juga: Sedang Berlangsung, Ini Tata Cara Memilih pada Pilkades Serentak di Ambon

Baca juga: Bupati Seram Bagian Timur Abdul Mukti Keliobas Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi DAK Tahun 2018

Umasugi pun menyambut antusias serta mengaoresiasi langkah kreatif anak muda itu.

"Kampung ramadan yang dilaksanakan oleh pemuda pemudi ini, pada prinsipnya Pemerintah Daerah (Pemda) sangat mendukung, karena kegiatan ini merupakan kepedulian pemuda kepada masyarakat," kata Umasugi saat diwawancarai TribunAmbon.com, Rabu malam.

Menurutnya, secara sosial ada kepedulian dari pemuda, karena dapat membantu langsung pemberdayaan ekonomi masyarakat kedepan.

"Kami berharap kegiatan tersebut bukan saja sampai di sini, bisa berlanjut secara terus-menerus, menjadi kegiatan rutin sehingga bisa dikembangkan secara baik," harapnya.

Senada dengan itu, Ketua Panitia Kampung Ramadan, Ibnu Abas Hukul menambahkan, tujuan dari digelarnya kampung ramadan ini, untuk meningkatkan krativitas serta menumbuhkan nilai-nilai religius pemuda kota Namlea.

"Kegiatan ini akan berlangsung selama 14 hari, kalaupun berjalan lancar, maka ada penambahan 7 hari," ujar Hukul.

"Out put dari kegiatan ini, untuk meningkatkan ekonomi, melalui kreativitas pemuda dan masyarakat, sehingga kampung ramadan ini menjadi pusat kuliner di bulan puasa," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved