Breaking News:

Maluku Terkini

Pelaku Perjalanan dari Buru - Maluku Wajib Rapid Tes, Kecuali yang Sudah Vaksin Booster

Kepala Kesehatan Pelabuhan (Kespel) Penyeberangan Fery Namlea-Ambon, Isak Tasane mengatakan, bagi PPDN yang belum melaksanakan vaksin tahap ketiga

Penulis: Andi Papalia | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Rapid tes - Sejumlah petugas tengah melaksanakan pemeriksaan calon penumpang di pelabuhan penyebrangan Namlea, Kabupaten Buru, Rabu (9/3/2022) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) dari Kabupaten Buru kembali diwajibkan menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid tes antigen.

Kepala Kesehatan Pelabuhan (Kespel) Penyeberangan Fery Namlea - Ambon, Isak Tasane mengatakan, bagi PPDN yang belum melaksanakan vaksin tahap ketiga (booster), wajib membuat surat rapid tes antigen dan RT-PCR.

"Bagi yang sudah vaksin booster bebas jalan, apabila baru vaksin kedua, wajib tunjukan hasil negatif surat rapid antigen 1x24 jam, dan PCR 3x24 jam," kata Tasane saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, melalui whatsapp, Selasa (5/4/2022).

Semendara yang baru melaksanakan vaksin dosis pertama, diwajibkan menunjukan hasil PCR negatif, maksimal 3x24 jam.

"Bagi yang belum vaksin sama sekali, atau mengalami komorbid, wajib tunjukan hasil negatif RT-PCR 3x24 jam, serta melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah," ungkapnya.

Kemudian, bagi anak usia di bawah enam tahun, dikecualikan vaksin, tidak wajib RT-PCR dan antigen, namun wajib didampingi orangtua.

Hal itu ia sampaikan sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) nomor 16 Tahun 2022, tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19).

Berdasarkan SE dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Suharyanto.

Baca juga: Elly Toisutta: Masa Kepemimpinan Louhenapessy-Headler Patut Diacungi Jempol

Baca juga: Masalah Berakhir Damai, Richard Rahakbauw Langsung Beri Hartanya ke Istri

Dalam SE itu menyebutkan ;

1. PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster), tidak diwajibkan menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

2. PPDN telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukan hasil negatif rapid tes antigen, sampelnya diambil dalam kurun waktu 1x24 jam, atau hasil negatif RT-PCR rapid test antigen sampelnya diambil kurun waktu 3x24 jam, sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

3. PPDN baru vaksin dosis pertama wajib menunjukan hasil negatif RT-PCR rapid test antigen sampelnya diambil kurun waktu 3x24 jam, sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

4. PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid, menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksinasi, wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam, dan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah, untuk menyatakan bahwa bersangkutan belum dan/ atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

5. PPDN dengan usia di bawah 6 tahun, dikecualikan terhadap ketentuan vaksinasi, dan tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR, atau rapid tes antigen, namun dalam perjalanan wajib didampingi sama orang yang sedah memenuhi ketentuan vaksinasi, dan pemeriksaan Covid-19, serta menerapkan protokol secara ketat. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved