Maluku Terkini
Dokter dan Pengusaha Muda Gabung Jurus Coba Peruntungan Jadi Petani Bawang, Hasil Panen Capai 15 Ton
Kenapa kemudian akhirnya memilih bawang merah bukan komuditi lain, kata dia, alasannya karena bawang merupakan salah satu komoditi yang bisa memicu in
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar
MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Michael Pattiselanno (32) dan Jocliedian Lilihata (33), dua pemuda ini masing-masing berprofesi sebagai dokter dan pengusaha.
Namun, keduanya pada akhirnya memutuskan untuk menjadi petani bawang di Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah.
Ditemui saat panen perdana di perkebunan miliknya, di kawasan Kali Noa, Negeri Jerili, Kecamatan TNS, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (4/4/2022), kedua pemuda ini bercerita kepada TribunAmbon.com, ketika pertama kali memutuskan membuka lahan pertanian bawang merah.
"Awalnya itu, Jo (sapaan akrab Jocliedian) yang usul bagaimana kalau kita buka lahan untuk tanam bawang merah,"ujar Michael.
Mich yang mendengar ajakan teman sekelasnya di SMA itu, lantas merespon dengan baik.
Ia kemudian meminta temannya itu, untuk segera mempelajari cara dan apa saja kebutuhan pertanian bawang.
"Waktu kita saling komunikasi lewat telepon, dia di Ambon dan saya di Jakarta. Terus satu ketika dia telepon dan ajak saya bagaimana kalau kita buka lahan, tanam bawang merah," tutur pengusaha pakaian impor tersebut.
Setelah menyetujui ide tersebut, kedua pemuda ini langsung bergerak mencari lahan berikut petani profesional yang bisa diajak bekerjasama untuk mengelola lahan tani dari komuditi bumbu dapur tersebut.
• DPRD Maluku Dorong Pedagang Pasok Bawang Lokal di Pasaran
"Setelah sudah sepakat, semua, kemudian saya datang ke Seram untuk mengecek lahan. Sudah dapat lahannya barulah kita mencari petani profesional di Jawa, dapat satu orang dari Indramayu dan dia merekomendasikan untuk cari orang brebes, dapatlah tiga orang temannya itu dari Brebes," jelasnya.
Sementara itu, Jo sang dokter umum yang mencetus ide brilian tersebut mengaku, awalnya tertarik dengan pertanian bawang lantaran melihat di Maluku belum ada petani bawang profesional yang membuka lahan pertanian bawang merah dalam skala besar.
Ia pun akhirnya mengajak Michael untuk bekerja sama.
Lewat sambungan telepon keduanya mengobrol banyak tentang peluang usaha di Maluku.
Akhirnya dengan idenya itu kedua pemuda ini langsung tancap gas.
"Kita bincang-bincang itu sekitar Juni-Juli kalau tidak salah, dan baru di Oktober-November 2021 itu kita cari petani profesional untuk membantu kita dan startnya itu kita mulai dari Desember 2021," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/442022-petani-bawang.jpg)