Minggu, 31 Mei 2026

Maluku Terkini

DPRD Maluku Dorong Pedagang Pasok Bawang Lokal di Pasaran

Ketua Komisi II DPRD Maluku, Saodah Tethol meminta para pedagang memasok  bawang lokal yang diproduksi anak daerah.

Tayang:
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Salama Picalouhata
Lukman
Ketua Komisi II DPRD Maluku, Saodah Tethol (baju kuning) saat mengunjungi panen perdana bawang merah milik dua pemuda di Maluku Tengah, Senin (4/4/2022). 

Laporan Kontributor TrubunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Ketua Komisi II DPRD Maluku, Saodah Tethol meminta para pedagang memasok  bawang lokal yang diproduksi anak daerah.

Hal itu ia ungkapkan saat mengunjungi pertanian bawang di kKwasan Kali Noa, Negeri Jerili Kecamatan TNS, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (4/4/2022).

Dikatakan, pedagang di pasaran bisa dikontrol oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) untuk bisa melirik bawang lokal sehingga bisa laku di pasaran juga.

"Kalau kita lihat tanah Maluku sudah menghasilkan bawang yang berkualitas super. Berarti kita akan menyampaikan ini ke dinas untuk dia mulai mengontrol itu mata rantai distribusi yang ada di pasaran,"kata Odah.

Baca juga: Polisi Razia di Awal Puasa, 175 Liter Sopi dari Pulau Seram-Maluku Diamankan

Selain itu, dirinya juga menyarankan agar para petani bisa membangun komunikasi yang baik dengan distributor yang ada daerah sehingga bisa memastikan hasil tanam mereka memiliki tempat di pasaran.

"Sehingga ini harus ada konektivitas antara petani dengan distributor. Dan kalau distributor itu tugasnya pemerintah daerah juga untuk bagaimana fungsi pengontrolan,"tutur politisi Gerindra itu.

Lanjutnya, peran pemerintah memantau ketersediaan stok bahan di pasaran sangat dibutuhkan sehingga hasil panen petani juga tidak terbengkalai di gudang produsen.

"Bagaimana dia memantau ketersediaan bawang itu harus dipastikan tersedia,"tutur dia.

Meski demikian, legislator provinsi dua periode itu juga menyarankan agar para distributor tidak lantas memutus mata rantai pasokan luar daerah.

"Dan jangan sampai kita memutus mata rantai dari luar tapi petani lokal tidak rutin menanam sehingga menghambat ketersediaan stok di pasaran,"tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved