Breaking News:

Lintas IAIN Ambon Dibekukan

Sesalkan Dibredel, LPM Lintas: Harusnya Kampus Bentuk Tim Usut Pelecehan Seksual di IAIN Ambon

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon harusnya membentuk tim investigasi mengungkap dugaan kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan

Penulis: Salama Picalouhata | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Salma
AMBON: Sekretariat LPM Lintas Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon harusnya 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Salma Picalouhata

TRIBUNAMBON.COM - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon harusnya membentuk tim investigasi mengungkap dugaan kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum dosen kepada mahasiswi.

Di samping itu, IAIN Ambon juga harusnya membentuk layanan pengaduan pelecehan seksual.

Bukannya membredel pers mahasiswa yang memberitakan adanya pelecehan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Redaksi LPM Lintas IAIN Ambon, Yolanda Agne menyusul ditutupnya organisasi pemberitaan di kampus itu.

"Langkah yang tidak tepat jika Lintas ditutup. Karena sama sekali tidak menyelesaikan masalah, korban-korban tidak tertolong. Harusnya dari pemberitaan ini kasus-kasus pelecehan itu, diusut tuntas," ucap Yolanda saat diwawancarai TribunAmbon.com di sekretariat LPM Lintas, Kamis (17/3/2022).

Padahal lanjutnya, pemberitaan tersebut bisa menjadi pintu masuk mengusut kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus.

"Harusnya kasusnya cepat ditangani dan disikapi," kata dia.

Soal alasan LPM Lintas dibredel lantaran enggan menunjukan bukti ke pihak kampus, Yola mengaku punya alasan tak menunjukannya.

Yakni, karena menjaga data korban agar tidak tersebar.

"Kenapa kami jaga data korban? Karena sudah ada korban yang diketahui, mereka justru mendapat tekanan dari jurusan," tutur Yolanda.

"Jadi itu yang kami khawatirkan, jangan sampai korban-korban lain juga mendapatkan perlakuan yang sama," imbuhnya.

Yolanda berharap, kampus harusnya mengusut kasus pelecehan seksual ini.

"Agar tidak ada korban lagi," ucapnya.

Diketahui, berdasarkan hasil liputan dalam majalah Lintas bertajuk "IAIN Ambon Rawan Pelecehan Seksual" itu, terungkal ada 32 orang mengaku menjadi korban pelecehan seksual di Institut Agama Islam Negeri Ambon.

Sementara terduga pelaku sebanyak 14 orang.

Belasan terduga pelaku perundungan seksual terdiri dari 8 dosen, 3 pegawai, 2 mahasiswa, dan 1 alumnus.

Sedangkan korban terdiri 25 perempuan dan 7 laki-laki.

Liputan pelecehan ini ditelusuri sejak 2017, dengan kasus perundungan seksual ini terjadi sejak 2015—2021. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved