Korban Binomo dan Quotex Laporkan Nodiewakgenk, Akui Main 7 Bulan Untung Rp 1 Juta, Rugi Rp 250 Juta
Korban penipuan berkedok trading binary option di Binomo dan Quotex berinisial VA melaporkan sosok berinisal Junaidi alias Nodiewakgenk.
Penulis: Fitriana Andriyani | Editor: sinatrya tyas puspita
Pasalnya, istri dan keluarga tak mengetahui saat VA bermain di Binomo dan Quotex.
Istrinya baru mengetahui hal itu setelah VA menjual mobil Ford Everest miliknya.
Baca juga: Istri Doni Salmanan Minta Pemeriksaan Dirinya Ditunda, Akui Tak Enak Badan setelah Aset Disita
Baca juga: Rizky Billar Mengaku Tak Mengikuti Perkembangan Kasus Doni Salmanan, Menghindar?
Tersangka Lain Berinisial J Alias NW
VA dan korban lain berinisial RM melaporkan sosok J alias NW ke Polda Sumut dengan harapan uangnya bisa kembali.
Laporan terhadap Nodiewakgenk tertuang dalam bukti STTLP/472/III/2022/SPKT/Polda Sumut.
Ia juga berharap tak ada lagi orang yang menjadi korban seperti dirinya.
Kuasa hukum korban, Dongan Nauli Siagian, menyampaikan, diduga ada 400 orang di Sumut yang menjadi korban Binomo dan Quotex.
Dongan menyebutkan, para korban itu juga bakal membuat laporan ke polisi.
"Kemungkinan dalam beberapa hari kemudian akan banyak yang menyusul. Karena saat ini yang tergabung dalam grup Telegram korban afiliator ini 400 orang di Sumatera Utara," jelasnya.
Akibat mengikuti Binomo dan Quotex, dua kliennya mengalami kerugian hampir Rp 1 miliar.
Baca juga: Polisi dalam Proses Penyitaan Aset Doni Salmanan, Manajer dan Istri akan Diperiksa
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi membenarkan bahwa VA dan RM telah melapor ke SPKT Polda Sumut.
Mereka melaporkan terkait dengan peristiwa pidana UU RI No. 19/2016.
Hadi menjelaskan, pihaknya tengah menyelidiki kasus ini.
Selain itu, polisi juga mendalami apakah kasus ini ada keterlibatan Indra Kenz (IK) dan Doni Salmanan (DS).
"Saat ini kedua laporan sudah diterima dan nanti akan kita dalami oleh penyidik. Tentu apa yang menjadi laporan akan kita lakukan penyelidikan.
Dugaan keterlibatan IK dan lainnya sedang kita dalami. Apakah ada dugaan keterlibatan IK dan DS," tuturnya.
(TribunAmbon.com/Kompas.com)