Bendungan Waeapo
Pengerjaan Bendungan Waeapo - Pulau Buru Serap Pekerja Lokal
Sebagian besar adalah warga setempat dekat lokasi proyek di Desa Wapsalit, Kecamatan Lolongguba,
Penulis: Fajrin S Salasiwa | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Puluhan pekerja lokal terserap pengerjaan proyek Bendungan Waeapo - Pulau Buru.
Sebagian besar adalah warga setempat dekat lokasi proyek di Desa Wapsalit, Kecamatan Lolongguba, Kabupaten Buru.
Kebanyakan dari mereka adalah pekerja lapangan.
"Untuk pekerja lokal, kita mengambil pekerja yang tinggal di sekitar wilayah Buru dan pekerja di lapangan hampir semua orang lokal," ungkap Site Engineer Maneger PP-ADHI KSO Ahmad Faathir Surya saat ditemui TribunAmbon.com di lokasi bendungan Wae Apu, Jumat (25/2/2022).
Lanjutnya, hanya beberapa saja yang tergabung sebagai pekerja utama.
"Bagian operator juga ada orang lokal," ujarnya.
Sementara itu, dampak utama bendungan bertipe urugan zonal dengan inti tegak setinggi 72 meter itu akan mengairi petanian hingga 10 ribu hektar.
"Jadi dampak pembangunan bendungan Wae Apu ini difungsikan sebagai irigasi untuk 10 ribu hektar, untuk daerah yang menjadi ketahanan pangan," katanya.
Selain itu, bendungan Wae Apu yang dalam pengerjaan di Desa Wapsalit, Kecamatan Lolongguba itu juga disebut mampu memproduksi daya listrik hingga 8 megawatt (MW).
Besaran daya tersebut digadang mampu menerangi kurang lebih 8.750 rumah di Pulau Buru dan sekitarnya.
Baca juga: Potensi Listrik Bendungan Waeapo - Pulau Buru Capai 8 MW, Bakal Terangi 8.750 Rumah
Baca juga: Bendungan Waeapo Beroperasi, 10 Ribu Hektar Lahan Pertanian di Pulau Buru Bakal Teraliri
"Selain itu bendungan ini juga nantinya difungsikan sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sebesar 2 unit kali 4 megawatt (MW) dengan total output hingga 8 MW," ungkapnya.
Juga dapat mereduksi banjir sebanyak 557 meter kubik per detik.
Selanjutnya, dampak lain dari keberadaan bendungan Wae Apu yakni peluang wisata.
Dan itu tergantung pemanfaatan oleh pemerintah daerah setempat.
"Kemudian bendungan ini bisa dijadikan destinasi wisata, namun nantinya akan kembali direview dan dikelola, atas koordinasi stakeholder yang menanganinya," tandasnya.
Ditargetkan Bendungan Waeapo selesai dikerjakan akhir 2023 (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/bendungan-waeapo-2.jpg)