Maluku Terkini
Pengrajin Tahu Tempe di Ambon Sesalkan Kenaikan Kedelai Hampir 100 Persen
Kenaikan kacang kedelai di Indonesia sudah terjadi selama sebulan terakhir dan turut dirasakan pengrajin Tahu Tempe di Kota Ambon.
Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kenaikan kacang kedelai di Indonesia sudah terjadi selama sebulan terakhir dan turut dirasakan pengrajin Tahu Tempe di Kota Ambon.
Sukadi (67), pengrajin Tahu Tempe di Ambon sangat menyesalkan kenaikan yang terjadi.
Menurutnya, kenaikan harga kedelai sangat merugikan pengrajin karena naik hampir 100 persen.
"Kenaikannya itu hampir seratus persen dari biasanya," kata Sukadi kepada TribunAmbon.com, Selasa (22/2/2022).
Sebelumnya para pengrajin membeli kedelai dari Surabaya, Jawa Timur hanya seharga Rp. 6.500 per kilogram.
Kini mereka harus merogoh kocek lebih karena harganya naik menjadi Rp. 12 ribu per kilogram.
Naiknya kedelai diakuinya membuat harga jual tahu kepada pedagang juga meningkat.
Jika biasanya 1 buah tahu dihargai Rp. 1000, kini naik menjadi Rp. 1.250 per buah.
Baca juga: Cuaca Ekstrem di Maluku, Masyarakat Diminta Hindari Sementara Aktivitas Pelayaran
Baca juga: 2 Kali Ditunda, Lanjutan Laga Estudientes Kontra Odecima di Liga Angkatan Season I Digelar Malam Ini
"Kita jual ke pedagang sekarang sudah tidak Rp. 1000 lagi," ujarnya
Pantauan TribunAmbon.com di sejumlah pasar tradisional, belum terjadi kenaikan harga tahu tempe.
Meski begitu, ia memprediksi kenaikan harga di pasar kemungkinan akan terjadi pekan depan.
Tergantung hasil demonstrasi para pengrajin tempe pada sejumlah daerah di Indonesia.
Diketahui, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebelumnya melaporkan ada kenaikan harga kedelai impor di dalam negeri.
Hal itu terjadi seiring dengan harga kedelai global yang mengalami peningkatan.
Saat ini harga kedelai berada di level US$1.586 per bushel atau naik 0,62 persen. (*)