Bentrok di Pulau Haruku
Gubernur Murad Kirim KMP Tanjung Kuako Bawa Bantuan Pengungsi ke Aboru
Nahkoda Tanjung Kuako, M. Sipahelut menyebutkan, atas arahan Gubernur Maluku, pimpinan perusahaan Panca Karya menugaskan kapal yang ia pimpin
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar
MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Perusahan Daerah (PD) Panca Karya menyediakan satu unit armada Feri khusus mengangkut bantuan untuk pengungsi Kariu di Desa Aboru, Pulau Haruku, Maluku Tengah.
Pantauan TribunAmbon.com di Pelabuhan Feri Waipirit, sejak pagi, Sabtu (29/1/2022), tampak berbagai jenis bantuan tersebut diangkut menggunakan KMP Tanjung Kuako milik PD. Panca karya.
Nahkoda Tanjung Kuako, M. Sipahelut menyebutkan, atas arahan Gubernur Maluku, pimpinan perusahaan Panca Karya menugaskan kapal yang ia pimpin itu untuk mengangkut logistik khusus untuk hari ini saja.
"Dapat telpon dari Kepala Unit Pelayaran Panca Karya di Ambon karena bantuan kemanusiaan jadi transportasi ini gratis. Itu instruksi langsung dari pak Gubernur,"kata Kep kepada TribunAmbon di Pelabuhan Waipirit, Kabupaten SBB (29/1/2022).
Baca juga: Bentrok Warga di Pulau Haruku, Halimun Saulatu Nilai Pemda Lamban Tangani Masalah Tapal Batas
Baca juga: Bakal Jadi Ikon Baru Kota Ambon, Pengerjaan Revitalisasi Pasar Mardika Harus Sesuai Target
Kapal baru berangkat dari pelabuhan Waipirit sekitar pukul 13:25 WIT dengan kecepatan 9 Knot atau sekitar 16.67 Kilometer perjam (Kph). Dengan kecepatan itu kapal itu dikira akan tiba di Desa Aboru pada pukul 16:00 WIT.
"Kita sampai di tujuan kira-kira sekitar jam empat sore, tergantung arus. Karena kalau semakin kencang arus maka kecepatan kapal juga dikurangi,"ujar Kep.
Diberitakan sebelumnya, kapal tersebut juga mengangkut dari warga gereja Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Kairatu, Seram Barat dan Klasis GPM Taniwel dan juga bantuan dari PT. Nusa Ina Group di Seram Utara, Maluku Tengah. (*)