Selasa, 14 April 2026

Bentrok di Pulau Haruku

Pemprov Maluku Bakal Bangun Pos Perbatasan Permanen Antar Desa di Pulau Haruku

Pemerintah Provinsi Maluku, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun pos keamanan antara tiga wilayah di Pulau Haruku, M

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Dedy
MALUKU: Plt Sekda Maluku, Sadli Le saat menggelar rapat koordinasi bersama tokoh agama di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (26/01/2022) sore. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Provinsi Maluku, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun pos keamanan antara tiga wilayah di Pulau Haruku, Maluku Tengah.

Plt Sekda Maluku, Sadli Le menyebutkan tiga wilayah itu yakni Negeri Pelauw, Kariuw, dan Ori.

“Pos kemanan harus segera dibangun itu, masalah anggaran nanti kita bicarakan yang pasti tetap akan dibangun,” ujar Sadli saat menggelar rapat koordinasi bersama tokoh agama di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (26/01/2022) sore.

Baca juga: Pertikaian Warga di Pulau Haruku, MUI Maluku; Ini Bukan Konflik Agama

Sadli melanjutkan, saat ini Pemprov masih harus mengidentifikasi rumah-rumah yang terbakar di wilayah Kariuw dan tentunya membutuhkan waktu.

“Soal Identifikasi rumah di Kariuw pastinya tetap kita lakukan tapi memang membutuhkan waktu, nanti koordinasikan dengan pihak keamanan, agar dari PUPR sendiri bisa di back-up oleh aparat kemanan,” kata dia.

Pembangunan pos perbatasan tersebut kata Sadli, berguna untuk menjamin keamanan warga dan meminimalisir gesekan antar warga di wilayah tersebut.

“Pos perbatasan permanen harus dibangun, satu diantara Pelauw-Kariuw, satunya lagi diantara Kariuw-Ori, agar masyarakat merasa terjamin keamanannya,” ucapnya.

Baca juga: Imbau Masyarakat Maluku Tak Boleh Terprovokasi, HMI Ambon: Kita Semua Bersaudara

Hal tersebut di atas merupakan saran yang disampaikan oleh ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) Pendeta Elifas Maspaitella, saat menyampaikan gagasannya dalam rapat tersebut.

Dijelaskan, bentrok terjadi antar warga Desa Ori dan Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah sejak Selasa (25/1/2022), karena kesalahpahaman.

Dalam insiden itu hingga kini dua orang dilaporkan meninggal dunia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved