Revitalisasi Pasar Mardika
Pasar Mardika Ditutup Sementara, Pedagang Bingung Mau Jualan di Mana
Akses menuju kawasan Pasar Mardika, Ambon, ditutup sementara sejak Rabu (5/1/2022) kemarin.
TRIBUNAMBON.COM - Akses menuju kawasan Pasar Mardika, Ambon, ditutup sementara sejak Rabu (5/1/2022) kemarin.
Petugas gabungan dari Diserindag, Dishub serta TNI Polri berjaga di titik penyekatan.
Mereka mengarahkan pejalan kaki dan pengendara untuk tidak melewati jalan depan Gedung Putih hingga ke pertigaan Terminal A1.
Para pejalan kaki pun diarahkan melewati jalan alternatif lainnya yakni pada bagian kanan Jl. Mardika III.
Sedangkan, pengguna kendaraan roda dua langsung dimintakan putar balik kendaraan.
Penutupan sementara ini rupanya dilakukan menyusul pembongkaran lapak pedagang dalam rangka revitalisasi pasar.
Disampaikan Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon, Rina Silooy, penutupan pasar akan dilakukan selama tiga hari.
Selama tiga hari itu, baik pejalan kaki, pengendara roda dua, maupun roda empat tidak akan bisa melintasi kawasan Pasar Mardika Ambon.
“Memang sedang sedikit terganggu karena ada penutupan jalan yang tidak bisa dilalui bagi angkutan umum maupun kendaraan roda dua karena sedang ada pembongkaran lapak yang dibangun oleh pedagang sendiri,” ujar Rina Silooy kepada TribunAmbon.com di Pasar Mardika Ambon, Rabu (5/1/2022) siang.
Sementara itu, pembongkaran lapak dan penutupan sementara pasar itu, membuat sejumlah pedagang resah.
Pasalnya, pedagang yang biasanya berjualan di sepanjang jalur masuk mobil rute kebun cengkeh itu tak punya tempat berjualan lagi.
Padahal mereka sudah bertahun-tahun mencari rejeki di tempat tersebut.
Bahkan, banyak di antara mereka belum membongkar lapak hingga petugas datang dan melakukan pembongkaran.
Basri Ode, salah seorang pedagang mengaku masih bertahan hingga detik terakhir, karena tidak tahu akan pindah ke mana.
“Memang sudah dikasih tahu dari minggu lalu, tapi kami tidak tahu mau pindah kemana,” kata Basri.
Basri hanya bisa meletakkan barang dagangannya di jalanan umum.
Dia mengaku sebenarnya mendukung proses Revitalisasi Pasar Mardika menjadi lebih baik.
Namun, sayangnya para pedagang tidak diberikan pilihan tempat untuk tetap berjualan demi kehidupan sehari-hari.
“Kalau bilang dukung kita pasti dukung ya biar lebih teratur, tapi kita tidak punya tempat,” ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/512022-pasar-mardika.jpg)