Breaking News:

Global

WHO Ungkap Cara Agar Pandemi Covid-19 Bisa Berakhir pada 2022

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan dunia harus bekerja sama dan berani membuat pilihan sulit yang diperlukan untuk mengakhi

Editor: Adjeng Hatalea
(KEYSTONE/FABRICE COFFRINI via AP)
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berpidato dalam peluncuran kerja sama tahunan dengan Qatar, untuk membuat Piala Dunia 2022 dan ajang-ajang olahraga akbar lainnya tetap sehat dan aman, di Jenewa, Swiss, 18 Oktober 2021.(KEYSTONE/FABRICE COFFRINI via AP) 

JENEWA, TRIBUNAMBON.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap cara agar pandemi Covid-19 bisa berakhir tahun depan.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan dunia harus bekerja sama dan berani membuat pilihan sulit yang diperlukan untuk mengakhiri pandemi Covid-19 pada 2022.

"2022 harus menjadi tahun kita mengakhiri pandemi," kata Tedros seperti dikutip dari Kantor Berita AFP, Selasa (21/12/2021).

Menjelang perayaan akhir tahun 2021, dia mengajak negara-negara harus mengendalikan acara nasional yang terkait dengan liburan.

Pasalnya, membiarkan orang-orang banyak berkumpul akan menjadi "platform yang sempurna" bagi varian Omicron untuk menyebar.

“Akan lebih baik untuk membatalkan acara sekarang dan merayakannya nanti daripada merayakan sekarang dan berduka nanti," tutur Tedros.

Sejak pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan pada November 2021, Covid-19 varian Omicron sekarang telah diidentifikasi di puluhan negara dan membuyarkan harapan bahwa pandemi terburuk telah berakhir.

Penyebaran varian Omicron yang sangat cepat

WHO mengatakan varian Omicron dapat menyebar pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Sekarang ada bukti yang konsisten bahwa Omicron menyebar secara signifikan lebih cepat daripada Covid-19 varian Delta,” kata Tedros.

Dia memperingatkan bahwa strain tersebut tampaknya memiliki kemampuan untuk menggandakan infeksinya setiap 1,5 hingga tiga hari.

"Itu sangat cepat (menyebar)," tegas Tedros. Selain peningkatan penularan, data awal telah menunjukkan bahwa varian Omicron memiliki tanda-tanda resistensi yang mengkhawatirkan terhadap vaksin Covid-19.

Namun ada juga indikasi bahwa itu memicu gejala yang kurang parah daripada jenis sebelumnya.

Kepala Ilmuwan WHO, Dr. Soumya Swaminathan mengatakan pada konferensi pers Senin kemarin, bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Omicron adalah varian yang lebih ringan dari varian lainnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved