Sepak Bola di Maluku
Gafar Lestaluhu: Pelatih Sepak Bola di Maluku Banyak Tak Berlisensi
Tak hanya itu, mayoritas pelatih berlisensi D di Maluku malah tidak menerapkan ilmu yang didapat dari kursus.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Direktur Teknik dan Pengembangan, Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Gafar Lestaluhu, bocorkan indikator kemajuan sepak bola Maluku.
Salah satunya yakni lisensi kepelatihan para pelatih.
Menurutnya, banyak pelatih sepak bola yang tidak berlisensi.
"Kemajuan sepak bola di Maluku dimulai lisensi kepelatihan yang harusnya diikuti oleh pelatih-pelatih sepak bola di Maluku," ujar Gafar saat Talkshow program Tribol di Studio TribunAmbon.com, Sabtu (18/12/2021) sore.
Tak hanya itu, mayoritas pelatih berlisensi D di Maluku malah tidak menerapkan ilmu yang didapat dari kursus yang telah diikuti.
"Saya lihat banyak pelatih sepak bola di Maluku yang sudah mengikuti kursus tapi tidak di aplikasikan dalam membina anak didiknya," kata dia.
Ia menjelaskan, kualitas pelatih yang baik akan menghasilkan atlet yang baik pula.
Dengan demikian, atlet dapat menunjukkan performa terbaiknya.
"Menurut saya, Kualitas Pelatih yang baik akan menghasilkan atlet yang baik pula, dengan begitu, akan muncul performa yang baik dari atlet tersebut," ungkapnya.
Demi kemajuan sepak bola di Maluku, ia menghimbau kepada seluruh pelatih sepak bola agar mengikuti kursus maupun pelatihan agar mendapatkan lisensi yang resmi dan dapat dipergunakan sebaik mungkin dalam melatih suatu tim sepak bola.
Diketahui, selain menjabat sebagai Direktur Teknik dan Pengembangan, Asprov PSSI Maluku, saat ini Gafar juga tengah menjabat sebagai pelatih kepala tim Jong Ambon FC yang berlaga di ajang Soeratin cup Maluku, 2021 ini.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/gafar.jpg)