Rabu, 8 April 2026

Maluku Terkini

7000 Warga Maluku Tengah Urus Surat Pindah, Kebanyakan ke Bacan dan Halmahera

"Sekitar 7.000 warga dberpindah domisili ke luar per Januari hingga Juni 2021, " ungkap Anakotta.

TribunAmbon.com/Lukman
MALUKU: Sejumlah warga tampak mengantri pengrusan Administrasi Kependudukan di Disdukcapil Maluku Tengah, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Namaelo, Kota Masohi, Senin (20/9/2021). 

TRIBUNAMBON.COM - Sepanjang periode Januari hingga Juni, Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Maluku Tengah mencatat ribuan dokumen penduduk yang berpindah domisili.

Kepala Dinas Dukcapil Maluku Tengah (Malteng), Nova Anakotta menjelaskan pindah domisili yang dimaksud yakni pindah antar provinsi, antarkabupaten, atau antarkecamatan.

"Sekitar 7.000 warga dberpindah domisili ke luar per Januari hingga Juni 2021, " ungkap Anakotta saat diwawancarai Wartawan di Masohi, Kamis (2/12/2021).

Alasan pindah domisili itu, kata dia, sebagian besar untuk mencari pekerjaan di luar daerah Kabupaten Malteng.

"Kita tidak bisa halangi mereka karena satu sisi kita tidak punya hak di satu sisi pula mereka keluar untuk mencari kerja," 

Menurutnya, pencari pekerjaan ini kebanyakan memilih daerah tujuan Provinsi Maluku Utara.

"Sebagian besar ke Kabupaten Halmahera (ada tambang nikel) dan Bacan (kelapa sawit) setelah itu daerah lain," ungkapnya.

Meski begitu jumlah penduduk yang mutasi masuk ke Maluku Tengah sebanyak 3000 lebih dan hal itu juga terjadi pada semester satu tersebut.

"Sementara yang mutasi masuk itu sebanyak tiga ribu lebih," tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved