Sabtu, 25 April 2026

Syafruddin Kambo Pimpin Delegasi 40 Kiai Pesantren dan DMI Ziarahi Makam Imam Syafi'i di Mesir

Syafruddin sendiri melalui akun instagramnya, menyebut ziarah ke makam Imam Syafi’i dengan kalimat “sebuah kesyukuran dan kehormatan besar”.

dok_DMI_Indonesia
DELUGASI DMI - Ketua Harian PP DMI Syafruddin Kambo saat berziarah ke Makam Imam Besar Syafii di Fustat, Kairo, Mesir, Sabtu (27/11/2021). Dia bersama petinggi Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), Yayasan Indonesia Damai Mengaji, antara lain KH Amal Fathullah Zarkasyi (Pimpinan Pondok Modern Gontor dan Ketua Forum Pesantren Muadalah (FKPM) saat di masjid Al Azhar Kairo, Mesir, Jumat (26/11/2021). 

Kairo, TRIBUN-TIMUR.com, — Ketua Harian Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin Kambo (60), Sabtu (27/11/2021) memimpin delegasi 40 kiai pondok pesantren dari Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Nusa Tenggara, ke Kairo, Mesir.

Di Mesir, mantan Wakapolri ini menziarahi makam Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i (767 - 820 M), imam besar madzhab Syafi’i di kawasan Al-Qarafa Fustat, Distrik Al-Khalifa, Kairo, Mesir.

Selain ke makam Imam Syafi'i, Komjen Pol (purn) Syafruddin dan rombongan menunaikan salat Jum'at di Masjid Al-Azhar Kairo, berwisata ke Qashrul Jawharah museum Fir'aun, situs Pyramid, serta ke Benteng Salahudin Al Ayyubi saat perang Salib di bukit Muqattam , 15 km tenggara Kairo.

DELUGASI DMI - Ketua Harian PP DMI Syafruddin Kambo bersama petinggi Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), Yayasan Indonesia Damai Mengaji, antara lain KH Amal Fathullah Zarkasyi (Pimpinan Pondok Modern Gontor dan Ketua Forum Pesantren Muadalah (FKPM) saat di masjid Al Azhar Kairo, Mesir, Jumat (26/11/2021).
DELUGASI DMI - Ketua Harian PP DMI Syafruddin Kambo bersama petinggi Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), Yayasan Indonesia Damai Mengaji, antara lain KH Amal Fathullah Zarkasyi (Pimpinan Pondok Modern Gontor dan Ketua Forum Pesantren Muadalah (FKPM) saat di masjid Al Azhar Kairo, Mesir, Jumat (26/11/2021). (dok_DMI_Indonesia)

Minggu (28/11/2021) pagi ini, rombongan gabungan DMI,  dan forum komunikasi pesantren muadalah Indonesia dan alumni Gontor ini, dijadwalkan bertemu sejumlah tokoh kunci di Mesir.

Mereka antara lain, Grand Syekh Al Azhar Syeikh Muhammad Ahmad At-Thayeb.

“Ini adalah lawatan balasan setelah Syaikh al-Azhar asy-Syarif‎ datang ke Indonesia tahun 2016 dan 2018 lalu,” kata KH Anizar Masyhadi, Wakil Sekjen DMI dan Sekretaris Hubungan Luar Negeri MUI dalam rilis yang diterima Tribun, Sabtu (27/11) malam waktu Indonesia.

Selain bertemu grand syeikh Al Azhar, delegasi juga dijadwalkan bertemu Rektor Al Azhar Kairo Profesor Dr Muhammad Al Mahrosowi, Dewan Pembina Yayasan Museum Rasulullah Prof Dr Ibrahim Al Hudhu dan Sekjen Pusat Riset Islam Al Azhar, Prof Dr Nadhir Ayyadin.

Rombongan berjumlah 47 orang ini dijadwalkan menghadiri sidang terbuka promosi doktor Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Batang, Jateng KH Anang Rikza di Universitas Suez Canal Ismailiyah, Mesir.

Melalui akun instagramnya, Syafruddin menyebut ziarah ke makam Imam Syafi’i dengan kalimat “sebuah kesyukuran dan kehormatan besar”.

“Alhamdulilah, hari ini (27/11) saya berkesempatan ziarah langsung ke makam Imam As-Syafii, imam mazhab sebagian besar umat Islam di Indonesia.

Mantan Menpan RB ini mengaku sangat mengagumi imam madzah tengah dalam hukum Islam itu.

“Beliau ini teladan karena menerima berbagai pendapat mazhab lain, sesuai yang disampaikannya: idza shohhal hadits, fauhuwa mazhabi (jika benar sesuai dengan hadist, maka itu juga bagian dari mazhabku).”

Imam Syafi’i adalah  mufti besar Islam yang juga pendiri mazhab Syafi’i.

Sang imam masih tergolong kerabat langsung Rasulullah (keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, kakek Rasulullah).

Allamah Syafi’i lahir di Gaza, Palestina tahun 150 H atau 767 M. Beliau dilahirkan dalam keadaan yatim dan kurang namun  makin giat menuntut ilmu, hafal keseluruhan isi Al-Quran dan ribuan hadits.

Imam Syafi’i setelah lama berdiam di Makkah, hijrah ke Madinah lalu ke Iraq dan terakhir di Mesir untuk menyalurkan keilmuan yang beliau miliki.

Kala di Mesir, sang Imam menulis banyak kitab yang berisi madzhab beliau.

Di antara kitabnya Al-Umm, Imla’ al-Shaghir, Jizyah, Ar-Risalah dan lain sebagainya. (*)

Halaman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved