Breaking News:

Warga Kota Ambon Diminta Lapor Bila Lihat Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak 

Warga Kota Ambon diminta melapor jika mengetahui terjadi kekerasan pada perempuan dan anak di lingkungan tempat tinggal.

Tribunnews via The Week
Ilustrasi kekerasan seksual atau pencabulan terhadap anak 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Warga Kota Ambon diminta melapor jika mengetahui terjadi kekerasan pada perempuan dan anak di lingkungan tempat tinggal.

“Apabila ada kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar maka harus segera melapor agar dapat memberikan efek jera bagi pelaku," kata Kepala Dinas P3AMD Kota Ambon, Meggy Lekatompessy kepada TribunAmbon.com, Selasa (23/11/2021).

Pasalnya kata dia, kekerasan terhadap perempuan dan anak bukanlah urusan pemerintah saja, melainkan juga masyarakat umum.

Karenanya, masyarakat diharapkan tidak ragu-ragu melapor ke pihak berwajib ketika melihat ada kekrasan yang terjadi.

"Untuk mengatasi kekerasan ini bukan hanya tugas dinas, sinergi semua pihak dibutuhkan," ucap dia.

Dengan begitu, pihaknya bisa segera memberikan pendampingan bagi korban kekerasan dari awal, kemudian proses penyembuhan, hingga jalur hukum apabila dibutuhkan.(*)

Diketahui, berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Masyarakat dan Desa (P3AMD) Kota Ambon, di 2017 terdapat 40 kasus, 2018 terdapat 34 kasus, dan di 2020 menjadi 55.

Namun, hingga memasuki akhir November 2021 terjadi 38 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Angka terbanyak didominasi Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan jumlah kasus sebanyak 28. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved