Breaking News:

Maluku Terkini

Penipuan Hingga Rp 4,5 Miliar, Ketua dan Sekretaris Yayasan Anak Bangsa Hanya Dihukum 3 Tahun

Terbukti menipu hingga Rp 4,5 Miliar, Ketua Yayasan Anak Bangsa (YAB) 11 Provinsi Indonesia Timur, Josefa Jenalia Kelbulan alias Ibu Yos hanya divonis

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Kasus Korupsi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Terbukti menipu hingga Rp 4,5 Miliar, Ketua Yayasan Anak Bangsa (YAB) 11 Provinsi Indonesia Timur, Josefa Jenalia Kelbulan alias Ibu Yos hanya divonis tiga tahun penjara.

Putusan itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Julianty Wattimury di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (23/11/2021) sore.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Josefa Jenalia Kelbulan alias Ibu Yos selama tiga tahun penjara,” kata majelis hakim.

Tak hanya Josefa, putusan yang sama juga dijatuhi kepada sekretarisnya yakni Lambert Miru.

Majelis hakim menilai, kedua terdakwa itu lakukan tindak pidana penipuan secara berlanjut dalam pasal Pasal 378 Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1. Jo Pasal 64 KUHPidana.

“Menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘secara bersama sama dan berlanjut melakukan penipuan terhadap para saksi korban atau Relawan, sebagaimana dalam dakwaan pertama,” ungkap Majelis Hakim.

Baca juga: Kernek Mobil Pengangkut Sampah Jadi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja Serahkan Santunan Rp 50 Juta

Baca juga: Dishub Maluku Tengah Bakal Tertibkan Parkir Liar di Kota Masohi

Hal yang memberatkan putusan hakim terhadap terdakwa Yosefa yakni terdakwa pernah di pidana sebanyak dua kali, dan tidak akui perbuatan.

“Hak memberatkan terdakwa Lamberth yakni terdakwa tidak mengakui perbuatannya,” lanjut Hakim.

Sementara hal meringan bagi kedua terdakwa yaitu keduanya berlaku sopan di persidangan.

Diketahui putusan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), J. W. Pattiasina cs.

JPU menuntut keduanya dengan pidana maksimal masing-masing empat tahun penjara.

Atas putusan majelis hakim, JPU dan Penasihat hukum kedua terdakwa menyatakan piker-pikir.

Diketahui, kedua terdakwa telah melakukan penipuan terhadap anggota maupun relawan yang telah menyetor sejumlah uang lewat program tender kepada mereka dengan iming-iming akan dikembalikan berkali-kali lipat dari jumlah uang yang diberikan.

Ada beberapa program tender seperti tender rumah ibadah dengan penyetoran Rp 1 juta akan mendapatkan Rp 50 juta kembali, dengan sistem pembagian dari RP 50 juta yang diterima akan diberikan Rp 30 juta kepada rumah ibadah dan RP 20 juta kepada penyetor.

Ada pula tender relawan dan beberapa tender lainnya dengan iming-iming uang yang sama dengan jumlah berbeda.

Aksi ini penipuan ini dilakukan dengan sosialiasi kedua terdakwa kepada masyarakat dengan menyebut yayasan mendapat dukungan dana dari enam negara asing diantaranya Australia, Singapura, Thailand, Perancis, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Padahal dua nama donator yakni Ela Souw dan John Brown tak diketahui keberadaannya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved