Breaking News:

Maluku Terkini

KY Cari Kandidat Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc Tipikor di MA

Memiliki integritas dan kepribadian tidak tercela, adil, profesional, dan berpengalaman di bidang hukum menjadi syarat utama.

Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Amir Latuconsina
Ketua Perwakilan Komisi Yudisial Maluku, Amirudin Latuconsina 

TRIBUNAMBON.COM - Komisi Yudisial (KY) kembali membuka penerimaan usulan calon hakim agung (CHA) dan calon hakim ad hoc Tipikor di Mahkamah Agung (MA).

Memiliki integritas dan kepribadian tidak tercela, adil, profesional, dan berpengalaman di bidang hukum menjadi syarat utama.

Menurut Ketua Perwakilan Komisi Yudisial (PKY) Perwakilan Maluku, Amirudin Latuconsina menyatakan penerimaan usulan dibuka sejak 22 November sampai dengan 10 Desember 2021.

Dijelaskan, seleksi ini dilakukan untuk memenuhi permintaan MA sesuai Surat Wakil Ketua MA Bidang Nonyudisial Nomor 74/WKMA-NY/SB/11/2021 tentang Pengisian Kekosongan Jabatan Hakim Agung pada MA yang berjumlah delapan orang CHA dan Nomor 75/WKMA-NY/SB/11/2021 tentang Pengisian Kekosongan Jabatan Hakim ad hoc pada MA yang berjumlah tiga orang calon hakim ad hoc Tipikor di MA.

Delapan posisi CHA yang dicari itu untuk mengisi satu di kamar perdata, empat di kamar pidana, satu untuk kamar agama, dan dua untuk kamar tata usaha negara khusus pajak, dan tiga untuk ad hoc Tipikor.

 "KY tentunya mengundang MA, pemerintah, dan masyarakat untuk mengusulkan para calon terbaik untuk mendaftarkan diri," jelas Latuconsina, Senin (22/11/2021).

Pendaftaran seleksi CHA dan hakim ad hoc Tipikor di MA tersebut dilakukan secara daring melalui situs www.rekrutmen.komisiyudisial.go.id. KY

“Tidak melayani pendaftaran secara langsung mengingat Indonesia masih berada dalam situasi pandemi,” ujarnya.

Baca juga: Teliti Sebelum Membeli, Berikut 3 Cara Memilih Telur Puyuh yang Baik, Yuk Simak Ulasannya

Baca juga: Jokowi: Masuk Desember, Kementerian dan Lembaga Jangan Terjebak Ego Sektoral

Untuk CHA dari jalur karier, calon berijazah magister di bidang hukum dengan dasar sarjana hukum atau sarjana lain yang mempunyai keahlian di bidang hukum, berusia sekurang-kurangnya 45 tahun, dan berpengalaman paling sedikit 20 tahun menjadi hakim, termasuk pernah menjadi hakim tinggi, dan tidak pernah dijatuhi sanksi pemberhentian sementara akibat melakukan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).

Dari jalur nonkarier, calon berijazah doktor dan magister di bidang hukum dengan keahlian di bidang hukum tertentu sesuai dengan kamar yang dipilih dengan dasar sarjana hukum atau sarjana lain yang mempunyai keahlian di bidang hukum, berusia sekurang-kurangnya 45 tahun, berpengalaman dalam profesi hukum dan/atau akademisi hukum paling sedikit 20 tahun, dan tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved