Lumbung Ikan Nasional
Maluku Menuju LIN, Nelayan Tradisional Jadi Prioritas
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Abdul Haris Anwar merespon keluhan nelayan Negeri Waai terkait akan dibangunnya Lumbung Ikan Nasional (LIN).
Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Abdul Haris Anwar merespon keluhan nelayan Negeri Waai terkait akan dibangunnya Lumbung Ikan Nasional (LIN).
Ketakutan nelayan dengan rencana LIN yakni kemungkinan digusurnya pelabuhan tradisional mereka.
Namun, Anwar meyakinkan bahwa tambatan atau pelabuhan tradisional nelayan tidak akan digusur melainkan dikembangkan.
"Tidak akan digusur tambatan tradisional, kita akan kembangkan," kata Haris kepada TribunAmbon.com, Rabu (17/11/2021).
Tambatan yang selama ini menjadi basisdari para nelayan akan dikembangkan menjadi pelabuhan bongkar muat.
Baca juga: Lumbung Ikan Nasional, Nelayan Harus Tetap Pakai Kapal Dibawah 10 GT
Lanjutnya, dia mengatakan nelayan tradisional sebagai roh dalam pembangunan proyek strategis nasional tersebut.
"Dalam pengembangan LIN, nelayan tradisional itu sebagai roh," ujarnya
Untuk itu, segala fasilitas sarana maupun prasarana bagi mereka akan menjadi perhatian serius bagi pihaknya.
Meski begitu, hingga kini kejelasan terkait pembangunan New Ambon Port dan LIN belum menemui titik terang dari pihak terkait.
Rencana peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo yang harusnya bulan November ini pun belum jelas tanggalnya sampai sekarang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/2682021-nelayan.jpg)