Rabu, 15 April 2026

Global

4 Negara di Dunia Klaim Tak Punya Kasus Covid-19 hingga Sekarang

Sekarang hanya ada empat negara yang tersisa di dunia yang tidak pernah melaporkan satu pun kasus Covid-19 di dalam perbatasan mereka.

Editor: Adjeng Hatalea
Freepik
VIRUS CORONA AIRBORNE? 

Korea Utara

Meskipun jauh lebih besar dari Nauru, dengan populasi lebih dari 25 juta orang, dan lebih dekat ke titik fokus awal penyakit yang pertama kali diamati di provinsi Hubei tengah China, Korea Utara juga terus melaporkan tidak memiliki kasus Covid-19.

Korea Utara memiliki keindahan alam dan telah menjadi sasaran tujuan pariwisata dalam beberapa tahun terakhir.

Tetapi negara ini lebih dikenal luas di luar negeri karena senjata nuklirnya dan ketegangan geopolitik, yang menyebabkannya terputus dari sebagian besar komunitas internasional.

Atas perintah Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un, Korea Utara adalah negara pertama di dunia yang menutup perbatasannya sebagai tanggapan atas laporan penyebaran virus corona baru di seluruh China.

Kim kemudian memobilisasi respons nasional yang ketat terhadap penguncian, karantina. Langkah-langkah waspada bahaya kesehatan tetap berlaku hingga hari ini.

Tetapi, penguasa juga kadang-kadang mengkritik pihak berwenang karena tidak cukup tangguh dalam menghadapi ancaman epidemiologis. Laporan juga muncul dari media di Korea Selatan bahwa catatan nol kasus Korea Utara tidak akurat.

Tetapi Pyongyang secara terbuka menolak tawaran bantuan dari luar. Kontrol ketat negara itu atas arus informasi membuat desas-desus seperti itu sulit untuk diverifikasi.

Adapun kembalinya kerumunan besar, meskipun bermasker, untuk parade militer dan acara-acara lain tampaknya menandakan bahwa situasinya setidaknya agak terkendali.

Turkmenistan

Turkmenistan juga memegang erat informasi, sehingga sulit untuk memverifikasi atau mengabaikan laporan tidak resmi tentang infeksi di negara Asia Tengah yang terus muncul di media luar.

Seperti di Korea Utara, Pemerintah Turkmenistan, yang dipimpin oleh Presiden eksentrik Gurbanguly Berdymukhamedov, telah memuji langkah-langkah pencegahan awal dan kuatnya untuk mencegah Covid-19 di negara itu.

Namun, Turkmenistan telah bekerja sama dengan badan internasional seperti Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Bank Dunia untuk mengasah responsnya terhadap pandemi Covid-19.

Walaupun perjalanan ke Turkmenistan sudah diatur dengan ketat sebelum dimulainya krisis virus corona global, perbatasan hari ini tetap ditutup secara resmi untuk turis.

Zona Turis Nasional Awaza, yang terletak lebih dari 300 mil dari ibu kota Ashgabat yang dipenuhi monumen marmer, menjadi tuan rumah bagi para kepala negara regional dan pejabat internasional lainnya untuk Pertemuan Konsultatif KTT Kepala Negara Asia Tengah pada Agustus.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved