Maluku Terkini
Polisi Imbau Warga Tamilaow dan Sepa Tidak Mudah Terprovokasi
Masyarakat diminta tidak terprovokasi adanya konflik antara Desa Sepa dan Tamilouw di Maluku Tengah.
Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Masyarakat diminta tidak terprovokasi adanya konflik antara Desa Sepa dan Tamilouw di Maluku Tengah.
Permintaan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Maluku, Roem Ohoirat.
Roem meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang bisa membuat kericuhan kembali terjadi.
"Kepada seluruh masyarakat Maluku Tengah, khususnya kedua warga desa yang bertikai hendaknya lebih menahan diri terhadap hal-hal bersifat memecah belah hubungan orang basudara," ujar Roem kepada TribunAmbon.com di ruang kerjanya, Selasa (2/11/2021).
Baca juga: Kasus Pencurian Sapi di Maluku Tengah, Polisi Peringatkan Pelaku Lain Serahkan Diri
Baca juga: Polisi Sudah Kantongi Identitas 3 Pelaku Pencurian Sapi di Maluku Tengah, Salah Satunya Oknum TNI
Masyarakat pinta Roem, harus mengecek kembali informasi yang disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, apalagi informasi tersebut hanya membuat situasi dan kondisi keamanan kembali tidak kondusif.
"Syukurlah saat ini sudah situasi disana mulai kondusif, apabila ada isu yang memecah belah, warga harus kroscek lagi kebenaran dari isu terangnya," terang Roem.
Roem juga berharap, masyarakat segera menyelesaikan secara kekeluargaan, apalagi kedua desa banyak yang memiliki hubungan saudara.
Dikatakan, pihaknya sementara menangani kasus tindak pidana yang sudah terjadi saat bentrok terjasi.
"Percayakan saja, kepada pihak polisi untuk mengusutnya hingga tuntas," ucap dia.
Untuk diketahui pertikaian dua kelompok warga itu terjadi pasca pengecekan batas wilayah petuanan kedua negeri, Senin (1/11/2021).
Terjadi saling klaim tanah yang kemudian berujung penyerangan sekelompok massa ke kelompok lainnya.
Alhasil satu tewas dan sembilan orang lainnya mengalami luka-luka.
Selain itu, dua rumah kebun dan belasan unit sepeda motor dirusak masa.
Hingga berita ini ditayangkan, saat ini situasi masih dapat dikendalikan dan kedua massa sudah kembali ke rumah masing-masing. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/pertikaian-sepa-tamilouw.jpg)