Breaking News:

Penyalahgunaan Narkoba

Dikira Hanya 1 Paket Tembakau Sintetis, Pemuda Wainitu-Ambon Ternyata Simpan 19 Paket di Rumahnya

Terdakwa Gabriel Lekatompessy (20), warga Wainitu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ternyata memiliki 19 paket narkotika di kediamannya.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com
Ilustrasi Penyalahgunaan Narkoba 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Terdakwa Gabriel Lekatompessy (20), warga Wainitu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ternyata memiliki 19 paket narkotika di kediamannya.

Hal itu diungkap Jaksa Penuntut Umu (JPU), Arsito Djohar di hadapan terdakwa didamping Penasihat Hukum, Herberth Diadara dalam persidangan dengan agenda dakwaan di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (14/10/2021).

JPU menyebutkan, awalnya terdakwa ditangkap oleh aparat Ditresnarkoba Polda Maluku dengan barang bukti satu paket narkotika di dalam saku celananya di Jalan Diponegoro, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, sekitar pukul 23.00 WIT.

"Satu paket narkoba ditemukan di saku celana terdakwa dan saat dikeluarkan ternyata ada dua paket narkotika jenis tembakau yang dikemas menggunakan kertas nasi yang disobek yang dimasukkan ke dalam plastik klip bening," ungkap JPU.

Saat dilakukan interogasi, terdakwa akhirnya mengaku memiliki narkoba di rumahnya.

"Kemudian petugas dan terdakwa menuju rumah dan terdakwa menunjukkan sendiri tempat penyimpanan narkotika di mana jumlahnya ada 18 paket yang dikemas menggunakan kertas nasi, satu paket yang dikemas menggunakan plastik bening ukuran sedang dan 2 buah bekas bungkus narkotika golongan 1 jenis tembakau sintetis bertuliskan torpedo monkeys yang dimasukkan ke dalam bungkusan rokok," paparnya.

Lanjut JPU dalam dakwaanya, terdakwa mengaku narkotika itu miliknya dan dipesan dari akun Instagram fantasistaff.id seharga Rp 700 ribu.

"Terdakwa mengaku membeli tembakau sintetis melalui aplikasi Instagram dengan akun fantasistaff.id transfer uang pembelian tersebut senilai rp700 ribu," tambahnya.

Akibat perbuatan terdakwa, JPU mendakwa dengan pasal berlapis yakni pasal 114 ayat 1, pasal 112 ayat 1 dan 127 ayat 1 huruf A undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Usai mendengar dakwaan, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda keterangan saksi.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved