Breaking News:

Maluku Terkini

Tidak Puas Hanya Minta Maaf, Repdem Maluku akan Laporkan Herzaky Mahendra Putra

Herzaky Mahendra Putra mengatakan Megawati selaku presiden kelima RI menggulingkan presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena
Ketua DPD Repdem Maluku, Ali Basri Salampessy 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Maluku akan mempolisikan Juru bicara sekaligus Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra lantaran menuding Megawati Soekarno Putri menggulingkan presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Ancaman itu dilontarkan ketua DPD Repdem Maluku, Ali M Basri Salampessy, Rabu (13/10/2021) siang di Ambon.

“Demokrat sebagai instusi harus bertanggung jawab dan memberikan klarifikasi secara resmi kepada ketua umum (Megawati). Jika tidak, dalam waktu 1x24 jam akan dilaporkan,” tegas Salampessy.

“Tudingan itu pencemaran nama baik, kami akan laporkan jika tidak disikapi secara kelembagaan,” imbuhnya.

Baca juga: Megawati Instruksikan Kader PDI-P Tak Bicara Soal Capres-Cawapres

Baca juga: 74 Persen Masyarakat Tak Setuju Presiden 3 Periode, Demokrat: Seakan Tanpa Jokowi-Prabowo Tidak Maju

Menurutnya, permintaan maaf yang dilayangkan Herzaky tidak lantas menyelesaikan persoalan, karena pernyataan yang disampaikan dinilai sebagai tudingan serius dan bukan candaan.

Dia pun menyesalkan, pernyataan yang disampaikan politikus Demokrat itu saat konfrensi pers, Minggu (3/10/2021) pekan lalu.

“Kami menilai itu bukan candaan, melainkan tudingan serius,” tandasnya.

Diberitakan, Herzaky Mahendra Putra mengatakan Megawati selaku presiden kelima RI menggulingkan presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Pernyataan itu sontak menuai kecaman dari kader PDI Perjuangan.

Tidak berapa lama, Herzaky pun meminta maaf atas pernyataan tersebut.

Dia mengaku tidak maksud dari pernyataannya adalah Megawati menggantikan Gus Dur, bukannya menggulingkan.

"Yang saya maksud, Ibu Megawati menggantikan Gus Dur. Saya mohon maaf kepada siapapun yang tidak berkenan atas kekeliruan ini," kata Herzaky, saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (5/10/2021).

"Mohon maaf saya kepleset lidah saat tanya jawab setelah konferensi pers," tandasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved