Breaking News:

Wacana Presiden 3 Periode

74 Persen Masyarakat Tak Setuju Presiden 3 Periode, Demokrat: Seakan Tanpa Jokowi-Prabowo Tidak Maju

Hampir sebagian besar masyarakat tidak setuju Presiden Joko Widodo menjabat selama tiga periode.

Editor: Citra Anastasia
Instagram @Jokowi
Presiden Jokowi. 

TRIBUNAMBON.COM - Sebuah jajak pendapat yang dilakukan lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan data mengenai pendapat masyarakat tentang presiden tiga periode.

Hasil jajak pendapat tersebut mengungkapkan, 74 persen masyarakat Indonesia tidak setuju jika Presiden Jokowi menjabat selama tiga periode.

Mayoritas hasil tersebut juga menyatakan, aturan soal masa jabatan presiden dalam UUD 1945 tidak perlu diubah.

"Sebanyak 74 persen menyatakan masa jabatan presiden hanya dua kali harus dipertahankan. Hanya 13 persen menyatakan harus diubah," kata Direktur Komunikasi SMRC, Ade Armando, Minggu (20/6/2021).

Selain itu, 84,3 persen warga menyatakan tidak setuju jika presiden kembali dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Hanya 8,4 persen warga yang setuju.

"Saya rasa ini angka yang cukup kuat menunjukkan bahwa mayoritas mutlak masyarakat Indonesia ingin pemilihan tidak usah diubah. Jangan dipilih MPR, presiden dipilih langsung oleh rakyat," ujar Ade.

Baca juga: Jokowi Ulang Tahun Ke-60 Hari Ini, Jubir Kepresidenan Ungkap Agenda Presiden

Baca juga: Penolakan atas Wacana Pencalonan Kembali Jokowi pada Pilpres 2024

Sementara itu, sebanyak 52,9 persen responden menyatakan tidak setuju jika Presiden Joko Widodo kembali maju sebagai calon presiden 2024.

Sebanyak 40,2 persen responden setuju.

Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Sentra Vaksinasi Covid-19 Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (9/6/2021). Vaksinasi tersebut diperuntukkan bagi kurang lebih 1.500 orang yang terdiri atas kelompok warga lanjut usia (lansia), pelayan publik, tenaga kependidikan, dan penyedia layanan transportasi (pengemudi ojol dan ojek pangkalan). Turut serta dalam peninjauan itu antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wali Kota Depok Mohammad Idris, Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro, dan Direktur Utama RSUI Astuti Giantini. Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev
Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Sentra Vaksinasi Covid-19 Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (9/6/2021). Turut serta dalam peninjauan itu antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wali Kota Depok Mohammad Idris, Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro, dan Direktur Utama RSUI Astuti Giantini. (Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev)

"Mayoritas warga, yaitu sebanyak 52,9 persen tidak setuju Jokowi maju kembali. Tapi angkanya lebih rendah daripada yang mengatakan masa jabatan presiden dua kali saja," kata Ade.

Survei SMRC ini diselenggarakan pada 21-28 Mei 2021 dengan metode wawancara tatap muka. Jumlah responden 1.220, tetapi yang sah sebanyak 1.072.

Populasi survei dipilih dengan multistage random sampling. Margin of error 3,05 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca juga: Daftar Relawan Jokowi yang Menolak Usulan Presiden Tiga Periode

Baca juga: Jokowi Ingin Vaksinasi Covid-19 Dipercepat di Stasiun hingga Bandara

Demokrat: Indonesia Bukan Cuma Dua Tokoh

Partai Demokrat ikut angkat bicara mengenai wacana tiga periode dan pembentukan relawan yang mendukung wacana itu yakni Komunitas Jokowi-Prabowo 2024.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved